Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 15 Jan 2020 14:23 WIB

Masih Ada 641.000 Warga Miskin di Banten

Bahtiar Rifa'i - detikFinance
Foto: Antara Fotol: Korban Banjir Bandang di Lebak Krisis Air Bersih
Jakarta - 641 ribu warga Banten masuk kategori miskin berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2019. Kemiskinan dipengaruhi komoditas seperti beras, rokok kretek dan roti.

Kepala BPS Banten Adhi Wiriana mengatakan, per September kemiskinan Banten di angka 4,94%. Ada penurunan 0,15 poin dibandingkan periode Maret 2019 yang waktu itu di angka 5,09%.

"Peran komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas non makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan. Sumbangan makanan terhadap kemiskinan sampai 71,61%," kata Adhi saat rilis di kantor BPS Banten, Jl Syekh Nawawi Al Bantani, Serang, Rabu (15/1/2020).

Di pedesaan, komoditas seperti beras jadi penyumbang terbesar sampai 25,86%. Disusul rokok kretek 11,97 persen dan roti 3,30%.


Di bawah 3 komoditas tersebut ada telur ayam ras dan daging ayam. Sementara di perkotaan, beras dan rokok kretek dan telur ayam ras jadi 3 komoditas penyumbang pada angka kemiskinan.

Ia menjelaskan, untuk komponen seperti beras dan rokok harus diwaspadai terkait kenaikan harga. Apalagi, ada kenaikan cukai rokok yang bisa berpengaruh pada angka kemiskinan.

Ditambahkan Kabid Statistik Sosial BPS Banten Tuti Amaliyah, bahwa roti jadi salah satu penyumbang kemiskinan khususnya di desa karena penduduk memilik roti sebagai tambahan makanan lebih murah. Ini juga lebih murah dibandingkan dengan telur ayam ras sebagai ganti makanan.

"Roti di sini jangan bayangkan roti mahal, mereka seperti mau ke sawah mengganti sarapan seperti roti yang dibungkus-bungkus, seperti itu," ujarnya.



Simak Video "Pemerintah Berupaya Mengkaji UMP Standar BPS"
[Gambas:Video 20detik]
(bri/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com