Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 17 Jan 2020 14:59 WIB

Industri Pariwisata RI Butuh 7A, Apa Itu?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Industri Pariwisata RI Butuh 7A, Apa Itu? Foto: Antara Foto/Nyoman Hendra Wibowo
Jakarta - Akhir Januari 2020 ini akan jadi momentum 100 hari masa kerja para menteri Kabinet Indonesia Maju. Salah satu fokus pemerintahan Jokowi-Ma'ruf periode 2019-2024 adalah pengembangan pariwisata.

Pariwisata akan digenjot supaya jadi andalan penyerapan devisa. Selain itu, sektor pariwisata juga diharapkan bisa terhubung naik dengan aplikasi teknologi dan digital sesuai revolusi industri 4.0.

Fokus strategi pemerintah atas revitalisasi pariwisata mendapat perhatian masyarakat luas. Dewan Pembina Akademi Pariwisata (Akpar) ULCLA Toba Chandra Vokav Saritua mengatakan perlu ada terobosan untuk merevitalisasi sektor pariwisata.

"Jadi yang selama ini kita kenal kunci 3A of Tourism, sudah out of date itu. Sekarang ini sudah bertransformasi jadi 7A of Tourism," kata Chandra Vokav, Jumat (17/1/2020).

Pakar Ekonomi Pariwisata & Koperasi Digital ini menjelaskan bahwa 7A of Tourism adalah perluasan dari 3A of Tourism yang selama ini dikenal yaitu Access, Attraction, dan Ammenities. Sedangkan 4A lain adalah elaborasi dan penajaman aspek tersebut yaitu Activities, Attitude, Ambience & Accelerator.


"Hasil riset Akpar ULCLA Toba menemukan bila kita terus terpaku pada 3A, tidak akan bisa mengejar ketinggalan Indonesia dari negara lain yang lebih dulu fokus pada pariwisata. Jadi 7A of tourism ini lebih holistik dan komprehensif jadi analisa peningkatan pariwisata Indonesia bersaing di kancah global," kata Chandra.

Bagaimana penjelasan soal 7A tersebut? Lihat di halaman berikutnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Sebut Pariwisata RI Naik, Jokowi: Kita Masih Kalah dari Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com