Biar China Nggak Mainin Harga Bawang Putih, Pemerintah Harus Apa?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 21 Jan 2020 13:42 WIB
Foto: Robby Bernardi/Biar China Nggak Mainin Harga Bawang Putih
Jakarta - Pengusaha bawang putih yang tergabung dalam Perkumpulan Pengusaha Bawang Putih dan Aneka Umbi Indonesia (Pusbarindo) mengungkapkan bahwa eksportir bawang putih dari China seringkali menaikkan harga ketika permintaan impor dari Indonesia tinggi.

Lantas, apa yang akan dilakukan pemerintah untuk mencegah permainan harga tersebut?

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Prihasto Setyanto mengatakan, pemerintah terus berupaya mewujudkan swasembada bawang putih sehingga tak lagi bergantung pada impor. Untuk mewujudkan itu, diperlukan sekitar 70.000 hektare (Ha) lahan untuk menanam bawang putih.

"Kalau bawang putih untuk swasembada, untuk bisa memenuhi kebutuhan sendiri itu minimal 70.000 Ha," kata Prihasto kepada detikcom, Selasa (21/1/2020).


Ia membeberkan, per Desember 2019, sudah terealisasi 12.000 Ha lahan bawang putih yang tersebar di beberapa wilayah. Persebarannya ini ada di Lombok Timur, Temanggung, Magelang, Brebes, Tegal, Wonosobo, Malang, Banyuwangi, Cianjul, Solok, Bantaeng, Minahasa Selatan, dan sebagainya.

Prihasto menjelaskan, saat ini pemerintah fokus dalam produksi benih bawang putih sebagai tahap awal.

"Produksi kita sekarang itu difokuskan jadi benih. Karena kita masih kekurangan benih. (Karena ntuk swasembada) ya kita perluas pertanaman. Tapi untuk memperluas pertanaman kan benihnya harus tersedia dulu," papar dia.

Selain itu, mengenai volume impor bawang putih yang diterbitkan pihaknya dalam Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH), menurutnya angka itu muncul dari permintaan para importir sendiri.
Selanjutnya
Halaman
1 2