Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 23 Jan 2020 12:21 WIB

Ini Teknologi yang Bakal Dipakai Buat Bayar Tol Tanpa Setop di RI

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Sistem multi lane free flow (MLFF) segera diterapkan pada transaksi pembayaran jalan tol di Indonesia. Dengan sistem MLFF, pengguna tol tak perlu lagi berhenti di gerbang tol untuk menempelkan uang elektroniknya di mesin pembaca.

Direktur Perumusan Kebijakan dan Evaluasi, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Herry TZ mengatakan Indonesia akan menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) untuk program tersebut. Hal ini mengacu kepada teknologi yang ditawarkan oleh Roatex Ltd. Zrt, perusahaan Hongaria yang menjadi pemrakarsa proyek ini.

"Iya pakai GNSS, jadi semua peserta lelang nanti harus menyesuaikan," katanya saat ditemui di Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Kamis (23/1/2020).

GNSS merupakan sistem pembayaran yang menggunakan alat yang dipasang di mobil dan dibaca lewat satelit. Penerapan jalan berbayar ini tanpa perlu memasang infrastruktur, seperti gantry atau juga gerbang tol yang rumit namun memerlukan biaya investasi yang cukup tinggi, baik pada badan usaha maupun pengguna.

Nantinya akan ada alat yang dipasang di mobil (OBU) yang menerima sinyal GNSS dari satelit secara berkala untuk jadi bahan perhitungan posisinya dan disimpan sebagai CDR (Charges Data Record). Data ini kemudian akan dikirimkan ke perangkat TSP (Toll Service Provider) melalui jaringan wireless (GPRS, umts, dsb) untuk memverifikasi jalur tol yang digunakan dan menghitung tarif yang akan dibebankan ke pengguna.

"Salah satu kelebihannya kalau pakai GNSS, kalau expand dia akan lebih mudah dan cepat," kata Herry.

GNSS akan menggunakan satelit sebagai sinyal penangkap alat yang dipasang di kendaraan. Penggunaan GNSS banyak diterapkan di negara-negara Eropa Timur seperti Jerman, Hungaria, Ceko dan Polandia.

Untuk mengimplementasikan teknologi ini, akan diterapkan terlebih dahulu RFID sebagai pendataan kendaraan. Setelah itu, GNSS bisa dimulai.

"Ketika dia sudah ditetapkan pemenang, mereka harus instalasi dulu. Kan tantangan kita bagaimana mereka 100% terdaftar. Untuk itu nanti dipasang RFID, tapi tetap pakai single lane. Dia kebuka, tapi tidak harus tapping lagi," jelas Herry.

Ini Teknologi yang Bakal Dipakai Buat Bayar Tol Tanpa Setop di RI


Simak Video "Ketinggian Banjir Underpass Kemayoran Masih 2,5 Meter "
[Gambas:Video 20detik]
(eds/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com