Pedagang Sebut 80% Pernak-pernik Imlek Diimpor dari China

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 25 Jan 2020 16:00 WIB
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pada perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 25 Januari 2020 ini, ramai pedagang menjual pernak-pernik Imlek, salah satunya di Pasar Asemka, Jakarta Barat. Beragam aksesoris didominasi warna merah dan emas dijajakan di sepanjang trotoar jalan hingga masuk ke gang-gang kecil.

Berdasarkan pantauan detikcom, mayoritas barang-barang yang dijajakan berupa amplop, lampion, pakaian cheongsam dan changshan, pohon meihua, topeng barongsai, kue keranjang, kue kering, dan lain sebagainya.

Salah seorang pedagang pernak-pernik imlek bernama Agus (52) mengaku memperoleh barang dagangannya dari Negeri Tirai Bambu.

"Rata-rata sekitar 70%-80% barang impor dari China, sisanya dari lokal, khususnya lampion itu sudah banyak yang produksi di sini, paling banyak ambil dari Yogyakarta," ujar Agus, pemilik kios pernak-pernik imlek di bilangan pasar Asemka, Jakarta Barat, Sabtu (25/1/2020).

Hal serupa juga disampaikan oleh Alamsyah (52) yang juga berjualan pernak-pernik Imlek di kawasan itu. Ia bahkan menyebut seluruh barang dagangannya itu adalah impor.

"Semuanya saya ambil dari China, dah langganan jadi lebih murah," kata Alamsyah.

Untuk harga jual yang ditawarkan pun sangat bervariasi tergantung masing-masing barang dagangan yang dijual, berikut rinciannya :

1. Amplop angpao dan gantungan dihargai dari Rp 5.000 hingga Rp 10.000.

2. Topeng Barongsai dari Rp 20.000 hingga Rp 60.000

3. Pakaian Cheongsam dan Changshan berkisar sekitar Rp 30.000 hingga Rp 250.000

4. kucing hoki berkisar Rp 30.000 hingga Rp 550.000

5. Lampion dari harga Rp 75.000 hingga Rp 1.800.000

6. Pohon Mei Hua dibanderol dari Rp 150.000 sampai Rp 3.500.000.



Simak Video "Laris Manis Kue dan Pernak-pernik Khas Imlek di Pasar Atom Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)