Airlangga Putar Otak Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 6%

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 28 Jan 2020 11:18 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Foto: Vadhila Lidyana
Jakarta -

Menteri Kooordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa target pertumbuhan ekonomi di tahun 2020-2024 dari pemerintah bisa mencapai 6%. Untuk mencapai angka tersebut, pemerintah akan terus menggenjot investasi di dalam negeri.

"Kalau Indonesia kita lihat bahwa pertumbuhan masih 5%, dan Bapak Presiden mempunyai aspirasi pertumbuhan 6% di periode 2020 sampai 2024. Jadi 6% itu adalah tentunya menjadi target dari pemerintah, dan ini akibatnya adalah tingkat investasi harus bertambah," kata Airlangga dalam Manager Forum XLII, di iNews Tower, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Menurut Airlangga, pemerintah sudah membuat kebijakan yang diharapkan bisa mewujudkan angka pertumbuhan ekonomi hingga 6%.

Salah satunya yakni penurunan suku bunga selama 7 kali oleh Bank Indonesia (BI).

"Jadi drivernya adalah pertumbuhan. Kalau kita bisa sebut Jokowinomic itu yang pertama adalah financial easing (kebijakan moneter) dari BI yang selama ini sudah menurunkan 7 kali tingkat suku bunga. Jadi dari sisi monetary policy sudah baik dengan tingkat bunga yang rendah," terang Airlangga.

Kemudian pemerintah juga memberikan sederet insentif untuk dunia usaha seperti tax holiday dan super deduction tax.

"Kemudian yang kedua fiscal policy. Pemerintah banyak mengeluarkan kebijakan untuk dunia usaha dalam bentuk super deduction tax, ataupun tax holiday," imbuh dia.

Terakhir yakni penyusunan omnibus law perpajakan, dan Undang-undang (UU) Cipta Lapangan Kerja. Semua itu adalah kebijakan pemerintah yang diharapkan mampu meningkatkan investasi di Indonesia.

Menurut Airlangga, pertumbuhan investasi di tahun 2019 sudah cukup baik sehingga membantu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5%. Untuk itu, pemerintah menargetkan di tahun ini masuk investasi hingga Rp 800 triliun ke Indonesia.

"Nah pemerintah mendorong iklim invest, kita lihat dr peningkatan daya saing ekonomi dan dari ease of doing business (EODB). Nah kalau kita lihat dari segi investasi, targetnya di tahun 2020 sekitar Rp 800 triliun. Tetapi yang kuartal III-2019 itu dibandingkan yang lalu 18% lebih tinggi atau pun Rp 205triliun dan PMDN sedikit lebih tinggi dibandingkan PMA," pungkas Airlangga.



Simak Video "Menko Perekonomian: Minus 3,4%, Kuartal III RI Capai Tren Positif"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)