DPR Cecar Sri Mulyani soal Subsidi Elpiji 3 Kg hingga Cukai Rokok

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Selasa, 28 Jan 2020 13:38 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hadiri rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI. Sri Mulyani membahas kondisi ekonomi di tahun 2020.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Komisi XI DPR RI mencecar sejumlah pertanyaan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Salah satu yang ditanyakan adalah rencana pencabutan subsidi langsung Elpiji 3 kilogram (kg).

Anggota Komisi XI DPR RI Ramson Siagian meminta Sri Mulyani untuk bisa menjelaskan rencana pencabutan subsidi langsung Elpiji 3 kg yang akan membuat harganya naik.

"Subsidi BBM berapa? Subsidi Elpiji berapa? Saat ini ada pemikiran mau menaikkan harga Elpiji 3 kg, ini akan sangat berbahaya karena akan mendorong laju inflasi, daya beli masyarakat juga akan turun," kata Ramson saat rapat kerja dengan Sri Mulyani di DPR, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

"Saya khawatir jika subsidi Elpiji 3 kg dicabut, subsidi produknya dan diganti ke subsidi langsung akan mempengaruhi laju inflasi," sambungnya.

Selain Ramson, anggota Komisi XI DPR RI lainnya, Fauzi Amro juga ingin agar pencabutan subsidi langsung Elpiji 3 kg dapat dibahas terlebih dahulu di Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

"Soal subsidi, subsidi Elpiji 3 kg tidak mungkin dicabut karena sudah diketok palu. Jika mau dicabut maka harus dibicarakan dulu di Banggar. Benar subsidi adalah beban APBN. Subsidi pupuk sangat besar bahkan mereka jual aset untuk bayar utang subsidi," katanya.

Selain soal subsidi Elpiji 3 kg, anggota Komisi XI DP RI lainnya juga bertanya soal kenaikan cukai rokok kepada Sri Mulyani. Anggota Komisi XI DPR RI, Wartiah bertanya mengenai efektivitas kebijakan kenaikan cukai rokok.

"Soal cukai rokok yang direncanakan akan naik, apakah ini efektif untuk mengurangi jumlah perokok? Saya melihat dari sisi sektoral, realisasi penerimaan pajak terbesar dari jasa keuangan dan asuransi di 2019," jelasnya.



Simak Video "Sri Mulyani Akui PSBB Jadi Biang Kerok Ekonomi RI Minus"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/ara)