Alamak! Investasi Rp 519 T Terganjal Masalah Izin

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 30 Jan 2020 06:30 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Foto: Sekretariat Kabinet)

Singapura masih menjadi investor terbesar di Indonesia sepanjang 2019. Namun menariknya China menyalip Jepang sebagai investor terbesar kedua di Indonesia. Jepang pada 2018 menduduki peringkat kedua, baru kemudian China.

Berdasarkan realisasi investasi yang diumumkan Badan Koordinasi Penanaman Modal, investasi dari China US$ 4,7 miliar atau Rp 70,5 triliun selama 2019, mengacu kurs yang dipakai Rp 15.000/US$.

Selama periode Januari-Desember 2019, investasi dari Singapura US$ 6,5 miliar, disusul China US$ 4,7 miliar, lalu Jepang US$ 4,3 miliar, Hong Kong US$ 2,9 miliar, dan Belanda US$ 2,6 miliar.

Sementara periode Januari-Desember 2018, investasi dari Singapura adalah US$ 9,2 miliar, disusul Jepang US$ 4,9 miliar, lalu China US$ 2,4 miliar, Hong Kong US$ 2 miliar, dan Malaysia US$ 1,8 miliar.

Bahkan BKPM mencatat China sebagai negara asal investasi terbesar pada periode Triwulan IV-2019, yaitu dengan nilai investasi sebesar US$ 1,4 miliar, diikuti Hong Kong US$ 1,1 miliar, Singapura US$ 1,1 miliar, Jepang US$ 1,1 miliar, dan Belanda US$ 0,5 miliar.

Sedangkan pada Triwulan IV-2018, realisasi masing-masing negara adalah, Singapura US$ 2,5 miliar, Jepang US$ 1,2 miliar, Malaysia US$ 600 juta, China US$ 500 juta, dan Hong Kong US$ 400 juta.

Bahlil juga janji mundur jika gagal genjot investasi.



Simak Video "Bahlil soal Wacana Penundaan Pemilu: Jika Dilakukan, Bagus Buat Investasi"
[Gambas:Video 20detik]