Saat Sri Mulyani dan Yenny Wahid Bercanda soal Dana Bos 'Disunat'

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 30 Jan 2020 19:09 WIB
Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Jakarta -

Untuk menghindari korupsi dalam penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pemerintah pusat melakukannya dengan cara transfer secara langsung ke rekening sekolah. Namun tetap saja para oknum mencari cara untuk mengeruk dana tersebut.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Selaku bendahara negara, dia mengaku terheran-heran para koruptor memiliki banyak akal untuk menyunat dana BOS.

"Saya bilang ke Nadiem (Mendikbud) kan kita sudah transfer by name by address. Ya udah kan masuk ke account sekolah. Itu kan lebih dari Rp 53 triliun secara langsung. Tapi government issue itu kreativitasnya tinggi," ujarnya dalam acara laporan Bank Dunia di Energy Building, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Sri Mulyani menilai para oknum di pemerintah daerah memiliki kreativitas yang tinggi dalam melakukan korupsi. Ternyata mereka punya cara untuk menyunat dana BOS dengan menekan kepala sekolahnya.

"Begitu direct transfer kan nggak bisa disunat, tapi kepala sekolahnya dipanggil, 'lo mau jadi kepala sekolah, lo harus setor ke gue'. Jadi setelah ditransfer dia ambil kemudian disetor," terangnya.

Komisaris Garuda Indonesia, Yenny Wahid yang juga hadir dalam acara tersebut menanggapi pernyataan Sri Mulyani.

"Saya mau menanggapi Mbak Ani soal dana yang disunat. Ini terkait gender, karena pria makanya perlu disunat," ucapnya disambut tawa para undangan.

Pernyataan itu kembali ditanggapi oleh Sri Mulyani. Dia sepakat dengan candaan Yenny, tapi kenyataannya banyak juga oknum perempuan yang melakukan korupsi.

"Iya, itu bener itu. Ya walaupun yang OTT kemarin perempuan juga si," ucapnya.

Di sisi lain, Sri Mulyani mengaku sering mendapatkan masukan dari masyarakat melalui akun media sosialnya. Terkadang masukan yang datang berkaitan dengan indikasi penyelewengan dana negara ke daerah yang disebar Kementerian Keuangan.

"Ada yang bilang bu tolong diawasi betul dananya. Bu batalin aja dana desa karena kepala desa beli mobil baru," tutupnya.

Saat Sri Mulyani dan Yenny Wahid Bercanda soal Dana Bos 'Disunat'


Simak Video "Nasib Omnibus Law Kini di Tangan DPR"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ara)