Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 31 Jan 2020 11:15 WIB

Punya Anggaran Rp 120 T, Basuki Gandeng KPK Cegah Korupsi di PUPR

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Menteri PUPR Bertemu dengan Ketua KPK Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Jakarta -

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pencegahan praktik korupsi di tubuh BUMN. Hal itu merupakan topik pembicaraan antara Basuki dan Ketua KPK Firli Bahuri.

"Jadi ini dalam rangka menegaskan kembali pencegahan korupsi walaupun penindakan tetap dilakukan kalau ada penyimpangan pelanggaran hukum," kata Basuki di kantornya usai pertemuan dengan Firli, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Basuki mengatakan, pendampingan KPK merupakan hal penting karena kementeriannya menjadi salah satu instansi dengan anggaran yang tertinggi.

"Kami mohon pendampingan KPK untuk mengawal pelaksanaan APBN PUPR. Karena APBN Rp 120 triliun, itu belum termasuk yang ditanda tangan PUPR dengan KPBU yang tidak kurang Rp 200 triliun. Jadi ini dana yang besar untuk infrastruktur," jelasnya.

Lebih lanjut Basuki mengatakan pihaknya melakukan 9 strategi pencegahan korupsi di PUPR. Antara lain membentuk Direktorat Kepatuhan Internal PUPR.

"2020 ini, prosesnya sudah di meja presiden dalam UU yang melaksanakan pembangunan Bina Marga, Cipta Karya, dan lain-lain, kita bentuk direktorat kepatuhan internal. Ini untuk fokus mengawasi selain Inspektorat Jenderal," tuturnya.

Punya Anggaran Rp 120 T, Basuki Gandeng KPK Cegah Korupsi di PUPR


Simak Video "Menteri Basuki Hibur Tamu di ITB di Sela Pemberian Doktor Kehormatan"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com