Pengusaha Ingin Dubes Tak Cuma Pandai Dagang, Tapi Juga Jadi Intel

Pengusaha Ingin Dubes Tak Cuma Pandai Dagang, Tapi Juga Jadi Intel

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 31 Jan 2020 14:29 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) siang ini sudah menembus Rp 14.930. Dolar AS bergerak di level Rp 14.820-14.933 hari ini.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak segan memecat dubes RI yang tidak pandai berdagang.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Roeslani mengatakan dubes merupakan sosok kunci perdagangan Indonesia dengan banyak negara di dunia.

"Menurut saya kebijakan presiden sudah tepat. Karena diplomasi ekonomi kunci dari diplomasi politik luar negeri kita ke depan," kata Rosan saat dihubungi detikcom, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Keputusan Presiden Jokowi yang menjadikan dubes sebagai duta investasi dan dagang pun ditindaklanjuti oleh Kadin yang melakukan kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri.

Menurut Rosan, para dubes ke depannya juga bisa menjadi intel pemerintah dan pengusaha.

'Kita minta para dubes menjadi market intelijen kita di sana, memberikan masukan karena mereka yang ada di sana, tidak hanya kebutuhan barang dan jasa saja tapi mengenai kebijakan baru yang mempengaruhi hubungan dagang," jelas dia.

Sebagai market intelijen, kata Rosan, para dubes juga harus pandai menginformasikan kebijakan-kebijakan baru yang ada di Indonesia. Contohnya kebijakan pembuatan UU omnibus law cipta lapangan kerja dan perpajakan.

"Sehingga seluruh dubes bisa mengetahui hal-hal positif yang perlu disosialisasikan ke negara-negara tersebut dan bisa undang investasi, karena omnibus law juga salah satunya mempermudah investasi masuk. Hal-hal seperti itu mulai kita kerja samakan, kita juga minta mereka untuk perdagangan dan investasi," ungkap dia.

Pengusaha Ingin Dubes Tak Cuma Pandai Dagang, Tapi Juga Jadi Intel



(hek/dna)

Hide Ads