Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 01 Feb 2020 21:00 WIB

Brexit atau Corona, Mana Lebih Menakutkan Buat Ekonomi RI?

Vadhia Lidyana - detikFinance
corona Ilustrasi/Foto: Reuters
Jakarta -

Awal Februari ini jadi peristiwa bersejarah di dunia dengan resminya Inggris 'cerai' dari Uni Eropa atau dikenal dengan istilah Brexit. Cerainya Britania Raya (Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara) dari Uni Eropa (UE) dinilai dapat memperkeruh ketidakpastian perekonomian global.

Belum lagi penyebaran virus Corona yang merebak di China dan menelan hingga 259 korban jiwa saat ini.

Lantas, dari dua persoalan besar tersebut mana yang paling berdampak ke perekonomian Indonesia?

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai virus corona utamanya berdampak pada perekonomian China sendiri dengan lumpuhnya berbagai kegiatan rutin di negeri Tirai Bambu itu. Saat ini di China sudah terjadi penyesuaian pertumbuhan ekonomi jadi 6%. Jika pertumbuhan ekonomi China terus merosot, tentu akan berdampak pada Indonesia.

"Yang kita perhatikan adalah kondisi disrupsi seperti virus corona itu adalah akan berdampak pada ekonomi China. Ekonomi China itu sangat penting bagi Indonesia. Kalau ada virus seperti ini, ini akan berdampak lebih besar lagi. Dan akan berdampak kepada Indonesia," kata Agus usai menghadiri launching Mohammad Hatta Center (MHC) di Museum Bank Indonesia (BI), Jakarta, Sabtu (1/2/2020).



Menurutnya, Indonesia harus lebih waspada akan berlanjutnya penyebaran virus Corona ini ketimbang Brexit. Agus berpendapat, dampak Brexit pun tak begitu signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

"Kalau dampak dari Brexit pun ke Indonesia tidak terlalu besar. Kalau terkait dengan virus itu, tentu itu bisa terjadi dan kita mesti melakukan persiapan kewaspadaan dan penanggulangan dengan baik," imbuh dia.

Besarnya kontribusi China terhadap perekonomian Indonesia, baik dari aspek ekspor-impor, investasi, dan sebagainya inilah yang perlu dikhawatirkan.

"Karena China sangat mempunyai kontribusi yang besar kepada ekonomi Indonesia. Jadi, Indonesia mesti melakukan persiapan dan antisipasi," terang Agus.

Virus Corona sendiri telah memberikan dampak negatif pada pasar keuangan di Indonesia. Di pasar modal, IHSG terjun bebas sepekan terakhir hingga meninggalkan level 6.000. Belum lagi volume impor barang modal dari China juga cukup tinggi sehingga akan berpengaruh buat denyut ekonomi di tanah air.



Simak Video "Bagaimana Nasib Inggris Pascabrexit?"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com