Ekspor Dorong Kenaikan Pertumbuhan Industri 2006
Senin, 28 Nov 2005 17:36 WIB
Jakarta -
Pemerintah akan menggenjot industri berorientasi ekspor yang menyerap tenaga kerja banyak sebagai motor pendorong pertumbuhan industri tahun 2006.Meski kondisi ekonomi masih dibayangi tingginya biaya produksi dan upah akibat imbas kenaikan harga BBM, namun pertumbuhan industri 2006 diperkirakan lebih baik dibanding 2005, yang tahun ini ditargetkan 6,8 persen."Pertumbuhan industri tahun 2006 akan lebih baik dibanding tahun ini. Kita akan fokus ke sektor yang menyerap tenaga kerja dan memiliki nilai ekspor yang tinggi," kata Menteri Perindustrian Andung A Nitimihardja dalam jumpa pers di Gedung Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (28/11/2005).Pemerintah juga akan melakukan penajaman pengembangan cluster-cluster seperti tekstil dan produk tekstil (TPT), elektronika, agrobisnis, serta industri makanan dan minuman."Departemen Perindustrian akan memfasilitasi ekspornya yang akan bekerjasama dengan lembaga pemerintah lainnya, swasta termasuk pemda," ujar Andung.Untuk mencapai pertumbuhan industri yang tinggi, ungkap Andung, pemerintah juga akan melakukan kajian seperti menghilangkan inefisiensi, harmonisasi tarif, penurunan Terminal Handling Charge (THC), perbaikan iklim investasi dan regulasi.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































