Jokowi Siapkan Rp 1,9 T Hijaukan Bogor hingga Danau Toba di 2020

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 03 Feb 2020 16:35 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengunjungi Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Sukajaya merupakan wilayah terdampak banjir dan longsor pada awal Januari 2020 lalu.
Foto: Marlinda/detikcom
Bogor -

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kembali mengunjungi Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Sukajaya merupakan wilayah terdampak banjir dan longsor pada awal Januari 2020 lalu.

Pantauan detikcom, kunjungan kali ini Jokowi didampingi oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri LHK Situ Nurbaya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dan Bupati Bogor Ade Yasin.

Sebagai upaya pencegahan longsor di wilayah tersebut, Jokowi menyebut telah menginstruksikan berbagai pihak terkait untuk melakukan penghijauan di daerah rawan longsor itu.

"Jadi di tempat-tempat yang terjadi bencana banjir dan utamanya lagi yang tanah longsor pendekatan kita bukan hanya pendekatan fisik saja tapi juga yang berkaitan dengan vegetatif. Misalnya saya beri contoh di Sukajaya ini, apa yang kita siapkan, tahap pertama kita siapkan kurang lebih 92 ribu tanaman," ujar Jokowi saat meninjau kebun bibit desa sekaligus hendak menanam bibit Vertiver di Desa Pasir Madang, Sukajaya, Bogor, Senin (3/1/2020).

Menurut Jokowi upaya penghijauan seperti ini adalah yang paling krusial demi mencegah banjir dan longsor. Apalagi bila tanaman yang dipilih bukan sembarang namun sesuai dengan yang dibutuhkan.

Pada proses penanaman serentak siang ini di Sukajaya, tanaman yang dianggap paling optimal mencegah longsor adalah tanaman Vertiver.

Vertiver atau akar wangi merupakan sejenis rumput yang memiliki akar yang dalam serta panjang hingga lebih kurang 6 meter atau memiliki kekuatan setara 1/6 kawat baja.

"Tadi yang sudah ditanam itu Vertiver, sereh wangi yang akarnya bisa 3-5 meter, pendekatan seperti ini yang akan terus kita lalukan," katanya.

Bibit tanaman lain juga digencarkan penanamannya, selain untuk tujuan perbaikan ekologi suatu daerah sekaligus untuk menarik kegunaan ekonomi dari tanaman-tanaman tersebut.

"Selain itu juga ditanam tanaman lain seperti jengkol, durian, sirsak, pete, sengon, jadi tidak hanya untuk perbaikan ekologi dan ekosistem saja, untuk sisi ekonominya juga," ucapnya.

Untuk itu, Jokowi menghimbau seluruh warga untuk sadar betul akan kegunaan yang ditanam hari ini dan tidak asal mencabut tanaman di kemudian hari.

"Ya ini kita termasuk mengedukasi masyarakat agar tanaman vetiver, sereh wangi tidak dicabut karena juga ada nilai ekonominya. Tapi tolong yang dipakai untuk nilai ekonomi tadi ya seperti durian, sirsak, jambu, jengkol yang itu-itu saja ya. Saya kira nanti dari Kementerian LHK yang menanam sambil edukasi masyarakat," imbauan.

Program penghijauan ini, kata Jokowi, tidak hanya diprioritaskan pada wilayah rawan longsor seperti Sukajaya hari ini, melainkan juga bakal menyebar di seluruh wilayah di Indonesia.

"(Anggaran penghijauan) gede banget itu di seluruh Indonesia kalau nggak keliru Rp 1,9 triliunan. Untuk tahun 2020, kita sudah petakan. Bukan hanya yang terkena bencana tapi yang debit airnya sudah turun seperti Danau Toba, kita siapkan juga jutaan kita hijaukan kembali. Gajah Mungkur yang sedimentasinya sudah turun ke waduk juga sama," ungkapnya.

Untuk diketahui, kunjungan Jokowi kali ini dimulai dari Desa Harkatjaya lalu dilanjutkan ke lokasi bangunan talud di Kampung Banar untuk meninjau lahan bekas longsor dan dam penahan longsor.

Diakhiri dengan peninjauan di Desa Pasir Madang untuk melihat kebun bibit desa sekaligus melakukan penanaman serentak bibit Vertiver di lokasi tersebut.

Jokowi Siapkan Rp 1,9 T Hijaukan Bogor hingga Danau Toba di 2020


Simak Video "Tinjau Situasi Jakarta Jelang Lebaran, Jokowi Bagikan Sembako ke Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)