Air Bersih Jadi Fokus Penanganan Dampak Longsor di Bogor

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 03 Feb 2020 19:18 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengunjungi Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Sukajaya merupakan wilayah terdampak banjir dan longsor pada awal Januari 2020 lalu.
Foto: Marlinda/detikcom
Bogor -

Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sejak awal Januari 2020 lalu, mengakibatkan kerugian total hingga Rp 1,16 triliun. Sebanyak Rp 884,8 Miliar di antaranya merupakan kerugian yang berasal dari akses air bersih, sumber daya air, hingga listrik.

Melihat besarnya kerugian tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) kini tengah fokus menyediakan air bersih hingga penyediaan listrik terhadap korban terdampak.

Berdasarkan data Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, sejauh ini telah disalurkan sarana air bersih dan sanitasi yakni berupa Hidran Umum (HU) sebanyak 27 unit, toilet portable 5 unit, WC Knockdown 2 set, biofil 1 unit, genset 5 unit, pompa alkon 4 unit, dan Pipa HDPE sepanjang 1.300 meter.

"Sampai dengan hari ini sudah ada 27 Hidran Umum yang kita tempatkan di beberapa titik terutama di Kecamatan Sukajaya," ujar Kepala Balai Prasarana Pemukiman wilayah Jawa Barat dari Kementerian PUPR Feriqo Yogananda ditemui di Bogor, Senin (3/1/2020).

Dengan demikian, sebanyak lebih kurang 1.500 kepala keluarga (KK) kini telah menerima layanan air bersih yang disalurkan.

"1 hidran umum untuk sekitar 200 orang atau 40-50 KK. Jadi kalau ada 27 berarti KK yang ditangani kira-kira 1.500 KK," tambahnya.

Sisanya, saluran air bersih yang masih mengalami kerusakan kini tengah diupayakan pulih secepatnya.

"Untuk ke depannya kita akan melakukan perencanaan, kami sudah menerjunkan tim, baik dari kantor kami dari PU Cipta Karya Jawa Barat maupun kami melibatkan rekan-rekan dari Pamsimas, yaitu sistem air minum yang berbasis masyarakat, kami sudah melakukan assessment terhadap kerusakan dan kebutuhan apa saja. Nanti kita coba masukkan, dan usulkan itu untuk lakukan perbaikan," katanya.

Berikut sarana air bersih dan sanitasi yang sudah disalurkan Kementerian PUPR kepada warga:

HU Yang Terpasang :

1. Posko, Desa Sukajaya 4 Unit
2. Mesjid, Desa Sukajaya 1 Unit
3. Posko, Kp Tangseng Desa Sukaraksa 1 Unit
4. Posko, Desa Pasirmadang 4 Unit
5. Posko, Kp Hegarmanah, Desa Pasirmadang 1 Unit
6. Posmil, Desa Pasirmadang 1 Unit
7. Posko, Desa Ciputih 1 Unit
8. Posko, Desa Sukamulih 1 Unit
9. Posko Desa Harakat Jaya 1 Unit
10. PDAM Tirta Kahuripan meminta tambahan HU 3 Unit
11. Posko, Desa Kiarapandak 2 Unit
12. Posko, Kp Nyomplong Desa Kiarapandak 2 Unit
13. Posko, Kp Ciputih, Desa Jayaraharja 2 Unit
14. Posko, Kp Cipugur, Desa Jayaraharja 1 Unit
15. Posko, Kp Cipugur, Desa Cileuksa 2 Unit

Toilet Portable :

1. Posko, Desa Harakat Jaya 3 Unit
2. Posmil, Desa Pasirmadang 1 Unit
3. Posko Ciptakarya Kecamatan Sukajaya 1 Unit

WC Knockdown:

1. Posko, Kp Nyomplong, Desa Kiarapandak 1 Set
2. Posko, Kp Hegarmanah, Desa Pasirmadang 1 Set

Biofil :

1. Posko, Kp Hegarmanah, Desa Pasirmadang 1 Unit

Genset :

1. Desa Cileuksa 1 Unit
2. Desa Cibarani 1 Unit
3. Desa Cipugur 1 Unit
4. Desa Ciparengpeng 1 Unit
5. Desa harakat Jaya 1 unit

Pompa alkon:

1. Desa Cileuksa 1 Unit
2. Desa Cibarani 1 Unit
3. Desa Cipugur 1 Unit
4. Desa Ciparengpeng 1 Unit

Pipa HDPE:

1. Desa Kiara Sari kp. Ciararak 400 m ( 4 roll )
2. Desa Cileuksa 600 m ( 6 roll)
3. Desa Cinarani 300 m (3 roll)

Air Bersih Jadi Fokus Penanganan Dampak Longsor di Bogor


Simak Video "Sulit Air Bersih, Korban Longsor Sukajaya Bertumpu Air Selokan"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)