Dubes China Sayangkan RI Setop Penerbangan dan Impor Pangan

Rahel Narda Chaterine - detikFinance
Selasa, 04 Feb 2020 17:56 WIB
Dubes RRC untuk Indonesia Xiao Qian
Foto: Mardi Rahmat/20 detik: Dubes RRC Xiao Qian
Jakarta -

Geger virus Corona mendorong Pemerintah Indonesia menyetop penerbangan langsung ke China. Selain itu, pemerintah juga akan menyetop impor pangan dari China.

Menanggapi kebijakan tersebut, Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian menilai semestinya Pemerintah Indonesia tidak bersikap seperti itu.

"Menurut saya kalau ambil pembatasan seperti terhadap penukaran personal penerbangan dan perdagangan kami sangat tidak berharap itu dampaknya. Itu sebenarnya juga akan merugikan ekonomi perdagangan dan pariwisata Indonesia sendiri," ujar Xiao di kantor Kedutaan Besar China di Jakarta, Selasa (4/1/2020).

Xiao mengatakan selama ini kerja sama antara Indonesia dan China berlangsung baik selama 8 tahun terakhir. Selain itu turis dari China kerap memberikan keuntungan kepada Indonesia.


"Saya pikir Tiongkok sudah 7 atau 8 tahun berturut-turut menjadi mitra perdagangan terbesar di Indonesia dan Tiongkok sudah... seminimalnya tingkat negara kedua terbesar sumber wisatawan asing setiap tahun ada 2 juta lebih turis dari China yang datang ke Indonesia. Dan Tiongkok juga adalah salah satu sumber investasi terbesar kepada Indonesia," ucap Xiao.

Terkait penghentian impor pangan, Xiao mengatakan sudah mengetahui berita itu. Menurutnya penyebaran virus Corona belum terbukti bisa menular melalui bahan pangan.

Oleh karena itu, dia keberatan pemerintah Indonesia membatasi perdagangan terhadap China.

"Sekarang masih belum ada bukti yang bisa membuktikan Coronavirus bisa ditularkan lewat barang-barang impor, dan WHO sudah menyatakan bahwa mereka tidak setuju bahkan keberatan pada tindakan pembatasan perdagangan terhadap Tiongkok. Kami pikir bahwa kalau Indonesia benar-benar mengambil tindakan seperti itu akan mengakibatkan dampak yang negatif," tutur Xiao.



Simak Video "Corona RI Naik Lagi, Per 22 Januari Tambah 13.632 Kasus"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)