Impor Hewan Hidup dari China Dilarang, Sayur dan Buah Masih Boleh

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 04 Feb 2020 18:52 WIB
Pedagang merapihkan jeruk di Pasar Petak 9, Jakarta, Selasa (17/02/2015). Menjelang hari raya Imlek yang jatuh pada (19/02/2015), para pedagang buah jeruk laris manis diserbu pembeli. Harga jeruk pun bervariasi, mulai dari Rp. 150.00/boks hingga Rp.600.000. Grandyos Zafna/detikcom
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintah mengambil langkah proteksi atas produk pangan dari China terkait penyebaran virus corona. Meski begitu, ada beberapa produk pangan yang masih diperbolehkan.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menerangkan pemerintah sudah memutuskan melarang seluruh impor hewan hidup dari China. Terlebih untuk hewan-hewan yang dianggap sebagai sumber penularan virus corona.

"Keputusan bahwa kita dilarang mengimpor mengenai hewan-hewan yang hidup. Semua yang hewan hidup ya semuanya itu. Semacam ada yang kura-kura, ular, dan reptil, itu nggak boleh. Itu berkaitan dengan virus," ujarnya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020).

Sementara untuk produk pangan holtikultura pemerintah masih memperbolehkan masuknya produk impor dari China. Agus mengatakan, terkait kebijakan itu Kementerian Perdagangan akan membuat peraturan sesegera mungkin di bulan ini.

"Segera. Mungkin setelah putusan ini nanti Februari ini saya keluarin peraturannya," ucapnya.

Agus mengatakan, kebijakan ini akan berlaku hingga pemerintah kembali melakukan evaluasi. Meski begitu, dia menyakini bahwa dampak dari pelarangan impor hewan hidup dari China tidak akan besar.

"Sampai nanti dievaluasi kembali. Setelah presiden mengevaluasi kembali. Sifatnya sementara, tidak selamanya karena ini mengantisipasi saja," tutupnya.

Pemerintah tidak melarang impor pangan dalam bentuk daging. Sebab menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto penyebaran virus corona melalui hewan hidup.

"Bahwa metode transmisi penyakit melalui human to human dan wild animal maka kebijakan pemerintah melarang impor life animal dari China. Kalau ada yang sekarang dikirim ke Indonesia akan kami kembalikan," tuturnya.

"Terkait dengan barang, karena barang tak terkait dengan penularan maka perdagangan akan terus berlanjut dan itu termasuk hortikultura seperti bawang putih dan buah-buahan," tambah Airlangga.



Simak Video "Sebaran Kasus Aktif Corona RI Per 4 Oktober, Terbanyak di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)