Luhut: Pengabdian JB Sumarlin Luar Biasa untuk Negara

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 06 Feb 2020 17:23 WIB
Menko Luhut Binsar Pandjaitan (Lisye-detikcom)
Foto: Menko Luhut Binsar Pandjaitan (Lisye-detikcom)
Jakarta -

Johannes Baptista (JB) Sumarlin hari ini menghembuskan nafas terakhirnya. Dia merupakan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku kenal baik dengan Sumarlin. Luhut merasa kagum dengan sosok yang mau mengabdi begitu besar kepada negara.

"Ya saya cukup baik kenal beliau, terakhir ketika beliau sudah tua ya. Ya menghormati orang yang punya pengabdian yang luar biasa buat negara," tuturnya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Luhut melihat sosok Sumarlin merupakan paket lengkap. Sumarlin dipandang mampu menjalankan segala perannya.

"Menurut saya seorang negarawan lah, ilmuwan lah, menteri yang baik, lengkap beliau menurut saya," tuturnya.

JB Sumarlin merupakan salah satu tokoh ekonomi yang melakukan gebrakan hebat dalam mendongkrak ekonomi Indonesia di era orde baru. Atas prestasinya, pria kelahiran Blitar itu pernah diganjar penghargaan terbaik dunia dari majalah ekonomi Euromoney. Penghargaan itu diberikan di sela acara the Annual Meetings of World Bank-IMF di Washington DC, Amerika Serikat, 1989 silam.

JB Sumarlin lahir pada 7 Desember 1932. Ia menempuh pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Indonesia. Setelah itu, ia melanjutkan studi ke Universitas California Amerika Serikat (AS) untuk meraih gelar Master of Arts (M.A) pada 1960. Dia juga mendapatkan gelar doktor Ph.D dari Universitas Pittsburg AS pada 1968.

Sebelum masuk ke instansi pemerintah, dia pernah bekerja sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan sempat bekerja di sebuah perusahaan industri di Jakarta. Bahkan di masa revolusi fisik berperan serta bergerilya sebagai anggota Palang Merah Indonesia, dan sebagai anggota TNI (Tentara Nasional Indonesia) di Jawa Timur.

Perjalanan karir di Kementerian Keuangan dirintisnya sejak melakukan Gebrakan Sumarlin I pada tahun 1987. Pada saat itu menjabat sebagai Ketua Bappenas dan Menteri Keuangan ad Interim.

Gebrakan Sumarlin I adalah pengetatan moneter dengan cara menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Hal ini dilakukan pemerintah bersama Bank Indonesia untuk mengatasi perekonomian Indonesia yang menghadapi kesulitan. Gebrakan Sumarlin I berhasil menunjukkan perkembangan yang membaik dengan angka pertumbuhan 5,7% melebihi target rata-rata pertumbuhan 5% (1988).

Selanjutnya pada Kabinet Pembangunan V, JB Sumarlin menjabat sebagai Menteri Keuangan. Di sini ia mengambil langkah pengendalian inflasi dan memperkuat struktur perkreditan yakni Paket Kebijakan Deregulasi di Bidang Moneter, Keuangan dan Perbankan, Paket Maret 1989 dan Paket Januari 1990.

Namun, kebijakan ini justru menghasilkan ekspansi kredit perbankan yang berlebihan dan kurang selektif. Pada 1991, dia kembali mengekang laju inflasi dan berangsur turun menjadi 4,9%.

Luhut: Pengabdian JB Sumarlin Luar Biasa untuk Negara


Simak Video "Ini Pesan Terakhir JB Sumarlin Untuk Universitas Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)