Pangkas Tarif Impor AS, China 'Melunak' Gegara Corona?

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Jumat, 07 Feb 2020 10:45 WIB
AS Tingkatkan Tekanan Terhadap Cina Dengan Tarif Impor Baru Senilai 200 Miliar Dolar
Foto: DW (News)
Jakarta -

China akan memangkas tarif impor Amerika Serikat (AS) terhadap 1.717 item barang. Hal ini menyusul perjanjian dagang fase I yang telah ditandatangani beberapa waktu lalu.

Kebijakan ini dilihat oleh para analis sebagai cara China mengurangi dampak dari wabah virus Corona yang terus mengguncang ekonomi China. Pemangkasan tarif ini dianggap sebagai upaya China menstabilkan kembali pertumbuhan ekonomi yang akhir-akhir ini tumbang.

"Pengumuman ini menunjukkan komitmen China untuk mengimplementasikan kesepakatan perdagangan fase satu meskipun ada gangguan dari wabah virus baru-baru ini," ujar Kepala Penelitian Greater China di OCBC Bank Tommy Xie, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (7/2/2020).

Kementerian Keuangan China akan membagi dua tarif tambahan yang dikenakan pada 1.717 barang AS tahun lalu setelah perjanjian perang dagang disepakati.

Tarif tambahan yang dikenakan pada beberapa barang akan dipotong menjadi 5% dari 10% dan yang lain diturunkan menjadi 2,5% dari 5%.

Penyesuaian itu juga akan memangkas tarif kedelai dari 30% menjadi 27,5% meskipun beberapa pedagang mengatakan dampaknya bisa terbatas karena tarif 25% tetap ada.

Adapun sektor industri lain seperti tarif impor minyak mentah juga turun 2,5% dari 5% yang diberlakukan pada bulan September. Serta tarif yang tersisa dijadwalkan untuk dimulai pada 15 Desember mendatang.

Sementara itu, Washington menyambut baik kebijakan pemotongan tarif ini karena meningkatkan kepercayaan investor yang terganggu akibat Corona. Namun, mereka tetap berharap China tetap memenuhi kewajibannya yang telah disepakati meskipun terjadi wabah.

Pangkas Tarif Impor AS, China 'Melunak' Gegara Corona?


Simak Video "China Sukses Luncurkan 3 Satelit Baru ke Orbit"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)