Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 08 Feb 2020 22:00 WIB

Tips Biar Kantong Nggak Cepat Kempis Saat Tarif Ojol Naik

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Tarif baru batas bawah dan batas atas ojek online telah berlaku sejak Senin (2/9/2019). Tarif diatur berdasarkan zonasi. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Tarif ojek online (ojol) diusulkan naik hingga Rp 2.500 per kilometer. Kenaikan ini rencananya akan terjadi pada zona Jabodetabek.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group (AAG) Andy Nugroho menjelaskan jika tarif ojol naik sebesar Rp 2.500 per km konsumen maka konsumen bisa mencari alternatif lain.

Namun untuk konsumen yang merasa sangat butuh, mau tidak mau pos pengeluaran harus ditambah. "Ya konsekuensinya mengurangi pos pengeluaran yang lain," kata Andy saat dihubungi detikcom, Sabtu (8/2/2020).


Dia mengungkapkan, cara lain yang dilakukan agar tetap berhemat adalah dengan cara melakukan isi ulang di akun dalam jumlah besar. Misalnya, sesuai perhitungan rata-rata berapa jumlah penggunaan selama seminggu atau satu bulan.

"Sehingga kita tidak perlu berkali-kali kena biaya transfer atau biaya isi ulang. Kemudian juga, harus rajin mengintip voucher diskon yang bisa dimanfaatkan, sehingga bisa mengurangi pengeluaran," jelas dia.

Namun, jika dirasa pengeluaran untuk ojol sudah terlalu besar, maka bisa beralih ke transportasi lain yang lebih hemat misalnya angkutan kota. "Walaupun dengan konsekuensi secara waktu tempuh mungkin akan jadi lebih lama," imbuh dia.



Simak Video "Dear Pengguna Ojol, Ini Tarif Baru yang Berlaku Mulai September"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com