Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 10 Feb 2020 06:40 WIB

Susul Ojol, Tarif Taksi Online Juga Mau Naik!

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
taksi online Susul Ojol, Tarif Taksi Online Juga Mau Naik! Foto: Instagram
Jakarta -

Tarif ojek online (ojol) bakal mengalami kenaikan. Namun, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, kemungkinan kenaikan tersebut hanya terjadi di wilayah Jabodetabek.

Selain ojol, tarif taksi online juga berpeluang naik. Lantaran, sopir atau driver sudah mengusulkan dan saat ini sedang dibahas oleh Kemenhub.

"Temen-temen mengusulkan naik, tapi kan saya belum bisa langsung menaikkan nunggu ada pendapat YLKI selaku pengguna temen-temen di situ," kata Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Ahmad Yani kepada detikcom, Minggu (9/2/2020).

Dia bilang, driver mengusulkan naik lantaran tarif taksi online tidak berubah selama 3 tahun. Hal itu juga ditambah dengan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

"Pertama sudah 3 tahun dari 2017. Mereka mengusulkan kenaikan dan beberapa komponen tarif misalnya BPJS dia menyampaikan begitu," paparnya.

Dia mengatakan, persoalan tarif ini baru pembahasan awal. Kemenhub juga akan meminta pandangan Yayasan Lembaga Kosumen Indonesia (YLKI) sebagai perwakilan dari masyarakat.

"Tapi kami masih membahas awal, belum bersama-sama YLKI kami juga sedang akan melakukan, melihat tingkat kemampuan dan kemauan masyarakat," terangnya.

Sementara, Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO) Wiwit Sudarsono mengatakan ada sejumlah pertimbangan driver meminta kenaikan tarif. Wiwit menyebutkan lantaran Biaya Operasional Kendaraan (BOK) seperti spare part mengalami kenaikan. Termasuk, iuran BPJS Kesehatan yang mengalami kenaikan.


Tak hanya itu, Wiwit juga meminta 'kekosongan trip' masuk dalam hitungan tarif. Kekosongan trip yang dimaksud, jelasnya, selama ini aplikator hanya menghitung tarif dari titik penjemputan ke pengantaran. Padahal, driver juga menempuh jarak untuk menuju lokasi penjemputan.

"Ambil contoh saya saat ini di Hotel Kartika Candra terus dapat order DJP (Direktor Jenderal Pajak) memang seberangan, tapi dari titik saya berada ke titik jemput kan harus muter di Kuningan, itu bisa jarak 2 km," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Beraksi Brutal Lukai Sopir Taksi Online, Perampok Ini Didor Polisi!"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com