Ekspor Melempem Disebut Jadi Biang Kerok Ekonomi Mentok 5%

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 11 Feb 2020 08:30 WIB
Pekerja melakukan proses bongkar muat kontainer di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (2/9/2014).
Ekspor Melempem Disebut Jadi Biang Kerok Ekonomi Mentok 5%. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 sebesar 5,02%, sedangkan pertumbuhan ekonomi di 2018 sebesar 5,17%.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta mengungkapkan penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mentok di kisaran 5%. Dia menjelaskan itu disebabkan nilai ekspor yang menurun dibandingkan 2018.

"Secara nilai ekspor kita alami kontraksi minus 4,86% karena aspek cyclical, bukan karena kemudian ketiadaan usaha. Usahanya sudah maksimal," kata Arif dalam Press Briefing di Wisma Negara, Jakarta Pusat (10/2/2020).

Dia menjelaskan, dari sisi volume, ekspor memang mengalami peningkatan, yaitu 9,82%, khususnya ekspor non migas seperti sawit dan batu bara. Tapi dari sisi nilai ada penurunan akibat penurunan harga komoditas.

"Memang secara nilai mengalami kontraksi karena harga komoditi yang kontraksinya cukup dalam, batu baru turun 27% di 2019 dibandingkan 2018, CPO turun 6% year on year," jelasnya.

Dia juga menjelaskan adanya tekanan terhadap harga minyak mentah Indonesia (Indonesian crude price/ICP) yang rata-rata turun sekitar 8%. Pemerintah memproyeksikan ICP di angka US$ 70 per barel pada 2019, sementara realisasinya sekitar US$ 62-63 per barel.

Dia menjelaskan bahwa kondisi tersebut berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.


"Jadi inilah yang mengakibatkan ada tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi kita. Jadi walau secara volume ekspor meningkat non migas, tapi secara nilai ada kontraksi terhadap harga komoditas, terutama batu bara dan CPO, maka berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan," tambahnya.

Bagaimana dengan ekonomi tahun ini? Cek halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Sri Mulyani Targetkan Pertumbuhan Ekonomi di 2021 Sebesar 5 Persen"
[Gambas:Video 20detik]