Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 13 Feb 2020 13:47 WIB

Impor Hewan Hidup dari China Disetop, Kenapa Ikan Tak Dilarang?

Vadhia Lidyana - detikFinance
ilustrasi ikan Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Pemerintah resmi melarang impor hewan hidup dari China. Hal itu tertuang dalam peraturan menteri perdagangan (Permendag) No 10 tahun 2020 tentang larangan sementara impor binatang hidup dari Republik Rakyat Tingkok (RRT/China). Aturan itu berlaku efektif sejak 7 Februari 2020.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir menegaskan, dengan terbitnya aturan tersebut pemerintah tak membatasi impor komoditas pangan lainnya.

"Kalau impor dilarang baru 1 binatang hidup, kalau lain-lain tidak benar, tidak ada larangan ekspor dan impor kecuali untuk binatang hidup, kecuali ikan. Itu saja, yang lain tidak ada, sudah diputuskan seperti itu. Supaya tidak ada isu-isu lagi, tadi diingatkan semua kementerian jangan ada statement seperti itu," tegas Iskandar di kantornya, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Sektretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan menuturkan, ikan masih diperbolehkan impor dari China karena bukan pembawa atau carrier virus corona.

"Akhirnya diputuskan ada pemberhentian atau larangan sementara impor binatang hidup, tidak termasuk produk ikan. Karena perikanan bukan carrier corona virus," jelas Oke.

Sebagai informasi, Keputusan penghentian sementara impor hewan hidup dari China ini dalam rangka antisipasi penyebaran Corona diputuskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam ratas di Istana Negara pada 3 Februari 2020 lalu.

Pertimbangan lain aturan ini diterbitkan adalah pernyataan WHO soal wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, China, sebagai darurat kesehatan publik yang menjadi perhatian internasional, sehingga pemerintah perlu mengambil langkah perlindungan bagi kesehatan masyarakat dan pencegahan penyebaran virus corona ke dalam wilayah Indonesia.



Simak Video "Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Kemendag Impor 550 Ribu Ton Gula"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com