Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 14 Feb 2020 16:55 WIB

Ini Alasan Susi Kukuh Tolak Ekspor Benih Lobster

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali menyoroti rencana pembukaan keran ekspor benih lobster. Kini Susi menyentil pernyataan Ketua Komisi Pemangku-Kepentingan dan Konsultasi Publik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP2-KKP) Effendi Gazali yang disebutnya bagaikan membenarkan ekspor benih lobster.

Pelarangan ekspor lobster sendiri memang digulirkan oleh Susi. Kebijakan ini diterapkan dengan mengacu pada Permen KP nomor 1 Tahun 2015. Apa alasan Susi melarang ekspor benih lobster kala itu?

Berdasarkan catatan detikcom, Jumat (14/2/2020), setidaknya ada dua alasan utama kenapa Susi menerbitkan larangan tersebut.

Mengutip artikel dalam laman resmi KKP disebutkan bahwa salah satu alasan Susi melarang ekspor benih lobster adalah untuk meningkatkan nilai tambah dari lobster itu sendiri sebelum diperjualbelikan di pasar global. Selain itu, Susi ingin populasi lobster dapat tumbuh berkelanjutan di laut Indonesia sebelum terjadi kelangkaan.

Untuk itu, tak hanya melarang ekspor, Permen KP nomor 1 Tahun 2015 yang diteken Susi juga melarang segala bentuk penangkapan benih lobster.

Sebab, selama ini, penangkapan benih lobster malah menguntungkan bagi negara tetangga terutama Vietnam. Masyarakat yang diizinkan menangkap benih lobster akan menjual benih lobster ke negara lain, lalu diekspor oleh negara tersebut dengan nilai lebih tinggi dari yang dijual oleh Indonesia.

Vietnam sering diuntungkan jika mendapat pasokan benih lobster dari Indonesia. Angka ekspor Vietnam mencapai 1.000 ton per tahun, sementara Indonesia hanya dapat ekspor 300 ton per tahun.

Lewat akun pribadi Twitternya pada Selasa, 11 Februari lalu, Susi mengunggah sebuah video yang berisi pernyataan Effendi. Dalam video itu Effendi menyebut bahwa kondisi bibit lobster saat ini masih aman dari ancaman kepunahan.

Dari komentarnya, Susi menyebut Effendi merupakan seorang yang berilmu tinggi. Namun dia menyayangkan sikap Effendi yang seakan-akan mendukung pembukaan ekspor benih lobster lewat pernyataannya.

"Keilmuan tinggi seorang guru besar, Doctor, dalam menjustifikasi/memperlihatkan/meninggikan/membenarkan ignorances (ketidakpedulian) untuk Pembenaran Ekspor Bibit Lobster. Saya tidak berilmu dan saya berduka," ungkap Susi dalam cuitannya di Twitter dikutip detikcom.



Simak Video "Susi Minta Patroli Laut Diterapkan Konsisten, Bukan Drama"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com