Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 17 Feb 2020 14:31 WIB

Duh! Daya Saing Pariwisata RI Kalah dari Singapura

Danang Sugianto - detikFinance
daya saing ri turun merosot Foto: Andhika Akbarayansyah/Tim Infografis
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memacu para menterinya untuk meningkatkan peringkat indeks daya saing pariwisata Indonesia (tourism competitiveness index). Indonesia masih kalah jauh dari Singapura, Malaysia hingga Thailand.

Jokowi mengapresiasi peningkatan indeks daya saing pariwisata Indonesia yang kini berada di peringkat ke-40. Level itu meningkat dari posisi di 2015 yang berada di peringkat ke-50.

"Dari tahun ke tahun memang semakin baik. Di 2015 peringkat kita berada di peringkat 50, kemudian 2 tahun berikutnya, di 2017 naik ke 42, dan di 2019 peringkat kita kembali naik meskipun hanya sedikit pada peringkat 40," ujarnya saat membuka ratas mengenai Peningkatan Peringkat Pariwisata Indonesia di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Namun peringkat itu masih jauh di bawah negara tetangga sekalipun. Jokowi menjelaskan saat ini Singapura berada di peringkat ke-17, Malaysia ke-29 dan Thailand ke-31.

"Ini jadi catatan kita ke depan dalam rangka memperbaiki dari 4 sub indeks dan 14 pilar yang menjadi tolak ukur indeks daya saing pariwisata," terangnya.

Dia menjelaskan ada 5 pilar yang masih menjadi kelemahan pariwisata Indonesia. Di antaranya lingkungan berkelanjutan, kesehatan dan kebersihan, infrastruktur pariwisata, keamanan dan kesiapan teknologi informasi.

Meski begitu, pariwisata Indonesia juga memiliki 5 keunggulan, seperti daya saing harga, prioritas kebijakan, daya tarik alam, keterbukaan dan daya tarik budaya, serta kunjungan bisnis.



Simak Video "Ada Corona, Jokowi Ngaku Minum Jamu 3 Kali Sehari"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com