Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 20 Feb 2020 16:59 WIB

Dorong Ekonomi di Papua, Pemerintah Promosikan Kredit Karbon

Anisa Indraini - detikFinance
Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan saat wawancara untuk detikcom di acara Blak-blakan, Kamis (19/7). Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemerintah serius mendorong investasi di wilayah Indonesia Timur seperti Papua dan Papua Barat melalui perdagangan kredit karbon. Hal itu dilakukan dengan menggelar konferensi Internasional yang akan diselenggarakan di Sorong, Papua Barat, pada 27-28 Februari mendatang.

Konferensi tersebut akan menghadirkan perwakilan dari negara-negara yang berpeluang menjadi calon pembeli kredit karbon.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam penyerapan emisi gas karbon kepada dunia. Mengingat luasnya hutan dan Mangrove yang dimiliki Indonesia, khususnya di Papua.

"Kita bicara karbon kredit, kemudian tentang kekayaan alam kita. Itu nanti akan ada International conference nanti di Sorong tanggal 27-28 (Februari). Nanti akan hadir 160 orang. Dari negara-negara asing macam-macam itu 53 orang. Ini konferensi yang sangat penting karena Presiden mengarahkan kita betul-betul laksanakan dengan baik," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Sebagai informasi, kredit karbon adalah perdagangan emisi antar negara industri kepada negara yang masih memiliki hutan luas sebagai kompensasi untuk kerusakan lingkungan.

Untuk formatnya sendiri, pemerintah masih melakukan penyusunan aturan tersebut. Yang pasti dalam hal ini akan melibatkan beberapa bank untuk menangani masalah pembiayaan.

"Formatnya itu sedang kita susun sehingga nanti ada roadmap-nya. Kami juga libatkan bank-bank nanti Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, Bank CIMB Niaga untuk semua berkontribusi," sebutnya.

Luhut menjelaskan, keuntungan jual beli kredit karbon ini berpotensi besar menyumbang perekonomian. Sayangnya, ia belum mau menyebutkan berapa target keuntungan yang akan didapat.

"Ini bisa melahirkan angka beberapa miliar dolar per tahun untuk Indonesia. (Berapa angkanya) kita belum mau disclose (buka)," sebutnya.

Konsep investasi hijau yang didorong di provinsi Papua dan Papua Barat yaitu dengan menanam komoditas perkebunan seperti cokelat dan komoditas perkebunan lainnya.

"Mereka kita dorong jangan lagi pemotongan hutan. Tapi bagaimana menanam cokelat, menanam makanan-makanan yang bisa berkontribusi untuk menghasilkan oksigen kemudian mengatasi masalah kemiskinan," sebutnya.



Simak Video "Demi Keselamatan Bersama, Luhut Ajak Masyarakat Jangan Mudik"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com