Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 21 Feb 2020 16:57 WIB

Massa Aksi 212 Salat Asar Berjamaah, Pedagang Tikar Laku Keras?

Anisa Indraini - detikFinance
Massa Aksi 212 melaksanakan salat asar berjemaah di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (21/2/2020). Salat berjemaah dilakukan di sela-sela aksi. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Massa dari berbagai daerah menggelar aksi 212 di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Aksi tersebut sempat berhenti sementara lantaran memasuki waktu salat Ashar, massa pun menjalankan salat berjamaah di jalan kawasan patung kuda dengan beralaskan tikar.

Apakah membuat pedagang tikar menjadi laku keras?

Pedagang tikar di lokasi, Udin (38) mengaku belum terjual satu pun tikar dagangannya. Hal itu lantaran banyak pedagang yang jualan tikar serupa di lokasi.

"Dagangan saya belum ada yang laku. (Banyak yang beli tikar) tapi yang jualan kan banyak," kata Udin di lokasi.

Tidak hanya Udin, Edi (40) pedagang tikar juga mengaku hanya terjual satu tikar dengan harga Rp 5 ribu.

"Laku 1. Rp 5 ribu," jawabnya.

Pedagang tikar Dahlan (45) lebih beruntung dari pedagang tikar lainnya. Meskipun ia mengaku sepi, tikarnya berhasil terjual 10 dan berhasil mengantongi Rp 100 ribu. Padahal di aksi 212 tahun lalu bisa mendapat Rp 500 ribu.

"Laku 10. Dapat Rp 100 ribu. Biasanya kencang (pendapatan) Rp 500 ribu, karena pesertanya sedikit pedagangnya banyak jadi ngurangin penghasilan," sebutnya.

Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, Jumat (21/2/2020), memang tampak sejumlah pedagang tikar di aksi 212. Banyaknya pedagang tidak diimbangi dengan jumlah peserta. Alias pedagang banyak, sedangkan peserta aksi 212 sedikit.



Simak Video "Orasi selesai, Massa Aksi 212 Balik Kanan"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com