Industri Halal dan Bisnis Syariah RI Bakal Digenjot hingga 2024

Dwi Andayani - detikFinance
Jumat, 21 Feb 2020 21:30 WIB
KH Maruf Amin
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Wakil Presiden Ma'ruf Amin melakukan rapat perdana bersama Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS). Ma'ruf menyebut terdapat empat hal yang ingin dicapai.

"Ada 4 fokus yang ingin kita capai," ujar Ma'ruf di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020).

Ma'ruf menyebut keempat fokus tersebut yaitu, industri halal, industri keuangan, dana-sakat dan wakaf, serta usaha berbasis syariah. Menurutnya, fokus ini ditargetkan hingga 2024.

"Yaitu industri halal, industri keuangan, dana sosial-zakat dan wakaf, bisnis atau usaha-usaha yang berbasis syariah. Jadi 4 fokus ini yang kita kembangkan, yang nanti akan kita target sampai 2024 dari 4 fokus ini," kata Ma'ruf.

Ma'ruf mengatakan terkait industri halal, dirinya ingin Indonesia menjadi produsen halal. Terkait dana sosial- zakat dan wakaf menurutnya saat ini persentasenya masih kecil.

"Semua prioritas, sebab sangat terkait. Nah industri halal, kita ingin tidak hanya sampai pada pemberian sertifikasi halal yang memang standar kita diakui di dunia. Tidak hanya konsumen halal tapi juga produsen halal, dan ini belum masuk di dalam ranking dunia. Kemudian industri keuangan sudah masuk, ada nomornya," ujar Ma'ruf.

"Kemudian masalah dana sosial itu sangat kecil, zakat masih 3,5%, wakaf masih di bawah lagi," sambungnya.

Sedangkan terkait bisnis berbasis syariah dan industri keuangan, disebutkan saling berhubungan. Menurutnya industri keuangan tidak akan berkembang bila industri bisnis tidak berkembang.

"Bisnis syariah ini juga potensi, karena industri keuangan itu tidak akan berkembang kalau tidak berkembang bisnisnya, nasabahnya. Jadi kalau lembaga keuangannya itu mobil, nah pengusaha-pengusaha ini penumpangnya," tuturnya.

Menurut Ma'ruf, tidak ada hal yang lebih diprioritaskan dalam 4 hal tersebut. Dia mengatakan hal ini karena adanya saling keterkaitan. "Jadi tidak bisa dibilang mana prioritas, semua prioritas. Harus dikerjakan karena saling terkait, saya kira itu," kata Ma'ruf.



Simak Video "Adly Fairuz Blak-blakan soal 'Bukan Cucu Ma'ruf Amin'"
[Gambas:Video 20detik]
(dwia/fdl)