Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 22 Feb 2020 12:40 WIB

RI Bidik Kerja Sama Rumah Sakit dan Farmasi dengan India

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Kemendag Foto: Dok. Kemendag
Jakarta -

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menekankan pentingnya berkolaborasi dengan pelaku usaha India dalam meningkatkan perdagangan antara Indonesia dan India. Hal ini disampaikan Mendag Agus saat melakukan pertemuan dengan Federasi Kamar Dagang dan Industri India (Federation of Indian Chambers of Commerce and Industry/FICCI) di New Delhi, India.

"India merupakan salah satu mitra dagang terbesar dan penting bagi Indonesia. Tidak hanya dengan Pemerintah India, tetapi diperlukan juga kolaborasi dengan pelaku usahanya dalam meningkatkan perdagangan kedua negara," kata Mendag Agus dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/2/2020).

Dalam pertemuan yang digelar Kamis (20/2) itu, Agus menyampaikan kedua pemimpin negara telah menetapkan target peningkatan perdagangan bilateral hingga US$ 50 miliar pada 2025. Pihaknya optimis target tersebut dapat tercapai karena kedua negara masih memiliki banyak peluang untuk ditingkatkan, salah satunya yaitu rumah sakit dan farmasi.

"Kita percaya kedua negara memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dan bekerja sama, di antaranya sektor rumah sakit dan farmasi. Hal ini dikarenakan India memiliki teknologi dan pengetahuan yang lebih maju di kedua sektor tersebut. Di sektor lain, kedua negara dapat berkolaborasi dan menjajaki potensi di sektor Blue Economy seperti yang diusulkan FICCI," terang Agus.

Pada pertemuan ini, pihak FICCI meminta peningkatan akses pasar dan pengurangan hambatan perdagangan dari Indonesia. Di antaranya akses pasar untuk produk gula kristal mentah, daging kerbau, produk susu, dan beras.

Agus juga mengundang pengusaha India untuk menghadiri Trade Expo Indonesia. Pameran dagang terbesar di Indonesia ini akan digelar pada Oktober mendatang di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di Tangerang, Banten.

India merupakan negara tujuan ekspor keempat dan sumber impor kesembilan bagi Indonesia pada 2019. Pada periode tersebut total perdagangan kedua negara mencapai mencapai US$ 16,1 miliar. Ekspor Indonesia ke India tercatat sebesar US$ 11,7 miliar dan impor Indonesia dari India tercatat USS 4,3 miliar. Dengan demikian, Indonesia surplus perdagangan sebesar US$ 7,4 miliar.

Produk ekspor utama Indonesia ke India pada 2019 yaitu batubara, minyak kelapa sawit dan turunannya, produk baja, karet alam, dan asam lemak monokarboksilat industri. Sedangkan, impor utama Indonesia dari India yaitu daging kerbau, hidrokarbon siklik, kacang tanah, pemanas air, dan kendaraan bermotor.

(prf/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com