Menaker Jawab Kontroversi RUU Cipta Kerja yang Ditolak Buruh

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 25 Feb 2020 10:44 WIB
Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah
Menaker Ida Fauziyah/Foto: Citra Nur Hasanah/20detik
Jakarta -

RUU Omnibus Law Cipta Kerja sudah diserahkan pemerintah ke DPR RI untuk kemudian dibahas bersama. Sejak penyusunannya, RUU tersebut terus-menerus menuai polemik.

Kalangan yang paling lantang menolak RUU Cipta Kerja adalah buruh dan pekerja. Mereka mempersoalkan sejumlah pasal yang dianggap tak berpihak kepada mereka.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menegaskan penyusunan draf RUU sejak awal telah melibatkan para pihak terkait seperti kalangan serikat buruh, pengusaha, dan akademisi pada November-Desember lalu.

Meski begitu, Ida mengaku siap untuk mendiskusikannya kembali jika ada pihak yang merasa keberatan. Hal-hal yang dianggap menjadi persoalan akan diinventarisasi seperti upah minimum, besaran pesangon, waktu kerja, dan seterusnya.

"Saya tidak tahu apakah ini tidak dianggap sebagai keterbukaan? Kami ada notulensinya kok. Kalau sekarang teman-teman itu pada ribut, ya ini dinamika demokrasi saja," kata Ida yang juga politisi PKB itu kepada tim Blak-blakan detikcom, Jumat (21/02/2020).

Benarkah Omnibus Law beri 'karpet merah' ke pekerja asing?

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5


Simak Video "Muhammadiyah Minta Pembahasan Omnibus Law Ditunda: Tak Transparan!"
[Gambas:Video 20detik]