Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 26 Feb 2020 17:53 WIB

Wishnutama Mau Gelontorkan Rp 72 M untuk Influencer Asing, Buat Apa?

Danang Sugianto - detikFinance
Wishnutama di Istana Foto: (Abdul Haris/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah sudah menyiapkan sederet insentif untuk menyembuhkan sektor pariwisata yang sudah babak belur dihantam virus corona. Salah satunya anggaran untuk promosi lewat influencer.

Pemerintah sendiri menyediakan dana Rp 10,3 triliun untuk sederet insentif di tengah-tengah merebaknya virus corona. Khusus di sektor pariwisata, pemerintah menganggarkan Rp 298,5 miliar. Secara rinci, dana tersebut merupakan insentif untuk maskapai dan travel agent sebesar Rp 98,5 miliar, anggaran promosi wisata Rp 103 miliar, kegiatan pariwisata Rp 25 miliar, dan influencer Rp 72 miliar.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama mengatakan, dana Rp 72 miliar itu merupakan anggaran untuk promosi. Di dalamnya termasuk untuk influencer asing.

"Ini lebih ke international market. Ini yang Rp 72 miliar itu bukan untuk influencer saja, ada banyak komponen promosi. Jadi Rp 72 miliar itu untuk promosi, fame trip, untuk pengenalan destinasi wisata. Salah satunya, influencer," terangnya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Pemerintah sendiri telah menetapkan 10 destinasi pariwisata yang mendapatkan insentif bagi wisatawan asing. Sebanyak 10 destinasi pariwisata yakni Danau Toba, Yogyakarta, Malang, Manado, Bali, Mandalika, Labuan Bajo, Bangka Belitung, Batam, dan Bintan.

Nah influencer asing yang digunakan jasanya akan diminta untuk mempromosikan 10 destinasi wisata tersebut. Asal influencernya juga akan ditentukan berdasarkan target turis yang ditetapkan.

"Misal kita pilih dari Amerika, kita cari influencer Amerika dong. Gitu dong. Masa kita mau pengaruhi market Amerika, tapi pakai influencer dari Indonesia. Kan nggak ngaruh," tuturnya.

Untuk pemilihan influencernya juga nanti tergantung dari anggarannya yang disesuaikan dengan tarif influencer tersebut. Pemerintah juga akan mempertimbangkan jangkauan dari influencer asing yang akan dipilih.

"Nanti kita pelajari. Kan ini baru disetujui. Jadi kita cari. Misalnya si A, engagement-nya berapa, viewers-nya berapa di YouTube atau Instagram. Nah dari gitu gitu lah yang akan kita lihat. Yang paling bagus, akan kita approach," tambahnya.

Anggaran untuk influencer asing ini rencananya akan direalisasikan pada Maret 2020. Namun itu juga tergantung dari penyaluran anggaran Kementerian Keuangan.

"Rencananya kan ini baru bulan Maret ya kita bisa implementasi. Tapi sekarang udah mulai rancang. Tapi detailnya belum lah, kan baru kemarin baru di-propose, disetujui, dan kita udah coba rancang strateginya bagaimana," tutupnya.



Simak Video "Atasi Kelangkaan APD, Khofifah Gandeng Asosiasi Tekstil Jatim"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com