Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 27 Feb 2020 13:04 WIB

Beras Impor 2018 Sisa 900.000 Ton, Masih Bisa Dikonsumsi?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) melakukan kunjungan ke Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta. Ia pastikan stok jelang Ramadhan aman. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Stok beras yang diimpor pada awal tahun 2018 masih tersisa 900.000 ton di gudang Perum Bulog. Meski sudah berumur 2 tahun, Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) memasikan beras tersebut masih layak konsumsi.

"Yang beras eks-impor di seluruh Indonesia itu kurang lebih masih ada 900.000 ton dari kita impor 1,8 juta ton. Itu izin impornya tahun 2017, masuknya Februari, secara keseluruhannya 14 Februari 2018. Nah kita menyimpan ini sebaik mungkin sehingga kualitas mutu masih terjamin," kata Buwas ketika sidak gudang Bulog di Jakarta Utara, Kamis (27/2/2020).

Menurut Buwas, beras eks-impor yang salah satunya diambil dari Pakistan dan Thailand ini memang berkualitas tinggi. Sehingga, lebih tahan lama dibandingkan beras dalam negeri.

"Memang beras impor itu kualitasnya bagus, karena mereka memproses dengan benar, artinya melalui dryer, pengeringan sempurna, proses penggilingannya juga sempurna. Ini mengakibatkan mereka lebih punya daya tahan dan kualitas yang lebih baik," papar Buwas.

Mantan Kepala BNN itu tak mau menyebutkan berapa lama beras eks-impor itu bertahan kualitasnya untuk dikonsumsi. Menurutnya, dengan penyimpanan yang baik misalnya melalui proses vakum, maka beras itu bisa tahan bertahun-tahun.

"Ya bisa selama penyimpanan kita baik, tidak ada kelembapan yang mengganggu, temperatur terjamin," tutur dia.

Selain itu, Bulog juga sedang mengusung program pembuatan sistem penyimpanan beras yang baik layaknya beras eks-impor ini. Sehingga, penyimpanan beras dalam negeri bisa lebih baik dan kualitasnya terjaga.

"Ini sekarang kita juga sudah berupaya seperti itu, seperti di negara-negara lain. Maka Bulog membangun rice to rice, membangun juga RMU (rice milling unit) untuk mengolah beras di mana kita harus melalui proses ada dryer-nya sehingga padi dari masyarakat itu diyakini kualitasnya bagus, keringnya maksimal itu yang sedang kami upayakan," tandasnya.

Beras Impor 2018 Sisa 900.000 Ton, Masih Bisa Dikonsumsi?



Simak Video "Demi Jaga Pasokan, Pemerintah Bebaskan Impor Bawang Putih"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com