Terpopuler Sepekan

Yenny Wahid Jawab Isu 'Gundik' di Garuda

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Sabtu, 29 Feb 2020 17:30 WIB
Yenny Wahid di Masjid Al Fataa, Menteng, Jakarta, Selasa (28/6/2016).
Yenny Wahid/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Yenny Wahid buka suara mengenai isu 'gundik' yang sempat jadi sorotan publik. Yenny mengatakan isu itu sangat merugikan karena membuat citra pramugari Garuda jelek.

"Saya nggak mau pakai istilah itu (gundik), itu melecehkan sekali pramugari. Satu-dua kasus terjadi tapi yang kena semua, kasihan ribuan awak kabin kita yang profesional, perempuan-perempuan terhormat, perempuan-perempuan yang punya martabat tapi mereka jadi korban pelecehan penumpang karena dianggap image sama," jelasnya di Kantor Garuda Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (27/2/2020).

Dia mengatakan, kasus yang terjadi akan disikapi perusahaan. Namun, kembali ia meminta untuk tak menyamakan semua awak kabin Garuda.

"Bahwa satu-dua kasus itu disikapi oleh perusahaan dan terus kita perbaiki tapi jangan samakan awak kabin Garuda dalam satu kategori yang sama," terangnya.

Dia mengatakan, pihaknya siap menerima masukan. Namun, jika ada norma dan etika yang dilanggar maka akan dikenakan sanksi.

"Kalau ada masukan berikan kepada Garuda kalau dianggap menyalahi norma dan etika kami akan berikan sanksi, jelas. Karena memang ada pasal aturan perusahaan semua karyawan diberikan contoh yang baik apalagi mereka dalam posisi front line," ujarnya.

Yenny mengatakan tak ada lagi perlakuan khusus kepada awak kabin yang memiliki kedekatan dengan atasan.

"Intinya para awak kabin ada permasalahan sama-sama tahu. Ke depan perlu membangun sistem lebih transparan bahwa ke depan aturan perusahaan betul-betul diikuti tidak ada lagi keluhan-keluhan bahwa ada special treatment karena kedekatan-kedekatan pribadi. Semua didasarkan standar yang jelas, kriteria yang jelas bahwa orang naik pangkat karena memang punya kompetensi ke sana," paparnya.



Simak Video "Berikut Pasukan Direksi dan Komisaris Garuda yang Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/fdl)