Ical: Dampak Ekonomi Kenaikan BBM Masih Berat Hingga 2006
Senin, 05 Des 2005 11:52 WIB
Jakarta - Kenaikan harga BBM 1 Oktober lalu membawa dampak ekonomi yang sangat berat dan bakal terasa hingga tahun 2006. Dan memasuki tahun 2007, perekonomian Indonesia diharapkan bisa lebih baik.Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie dalam rapat dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang membahas energi alternatif dan masa depan ekonomi Indonesia di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/12/2005)."Pertanyaannya adalah, apakah di dalam periode yang sulit ini kita mampu menciptakan konsistensi kebijakan. Karena secara politis hal itu amat sulit," ujar menteri yang biasa disapa Ical ini.Selanjutnya Ical menuturkan bahwa ciri reformasi ekonomi adalah manfaatnya dalam jangka menengah dan panjang. Sementara pengorbanannya bersifat seketika."Dilema transisi demokrasi adalah bahwa selain tantangan jangka panjang harus dijawab, keuntungan jangka pendek dalam berbagai bentuk juga harus dirasakan," kata IcalDitambahkan, tingginya inflasi pada bulan Oktober setelah kenaikan harga BBM memunculkan masalah yang menuntut penyelesaian segera. Demikian pula terus melemahnya nilai tukar rupiah. Meski diakui tekanannya sudah mereda pada akhir tahun 2005, namun menurut Ical, masih perlu dipikirkan akibatnya pada tingkat suku bunga perbankan.Ical memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2005 ini akan berkisar pada angka 5-6 persen. Di Asia, angka tersebut hanya berada di bahwa tingkat pertumbuhan Cina dan India."Tahun depan, saya yakin bahwa dengan fondasi ekonomi yang lebih baik dan dengan fakta bahwa keputusan-keputusan yang sulit dan pahit telah dilakukan pada tahun ini, pertumbuhan dan sistem perekonomian kita akan lebih dinamis," tutur Ical.
(qom/)











































