Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 04 Mar 2020 14:12 WIB

Geger Virus Corona, Tiket Kereta untuk Mudik Tetap Laku?

Trio Hamdani - detikFinance
balai yasa gubeng mempercepat perbaikan kereta lebaran Foto: Deni Prastyo Utomo
Jakarta -
Semenjak dua warga Indonesia dinyatakan positif terkena virus corona COVID-19, masyarakat Indonesia geger karena khawatir penyakit mematikan tersebut terus menjalar. Lantas apakah hal tersebut membuat masyarakat mengurungkan niatnya untuk mudik menggunakan kereta api? mengingat transportasi berbasis rel tersebut dipadati banyak orang.
Dirut PT KAI (Persero) Edi Sukmoro menjelaskan sejauh ini tren penjualan tiket untuk mudik masih terlihat normal.
"Kalau lihat ritmenya, langgamnya, dibandingkan tahun lalu ini sama. Jadi kelihatannya belum ada sentuhan dari situ (Corona). Kita sih berharap nggak ada sentuhan (dampak Corona). Masih normal," kata dia saat berkunjung ke markas detikcom, Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2020).
Tiket kereta untuk mudik sendiri sudah dijual 90 hari sebelum lebaran. Hingga hari ini tiket yang terjual sudah mencapai 26%.
Edi mengingatkan calon pemudik yang mau menggunakan kereta dapat memesannya sedini mungkin karena mendekati lebaran akan semakin banyak yang terjual.
"Kita jual kan 90 hari sebelum. Hari ini tercatat sampai 26 persen terjual. Jadi teman-teman yang sudah punya rencana fix lebih baik pesan sekarang karena 26 persen itu artinya nanti kalau diterusin ini akan cepat habis," tambahnya.
Untuk mengantisipasi virus Corona, stasiun kereta api bakal dilengkapi oleh thermal scanner untuk mengantisipasi penularan virus Corona COVID-19. Alat pengecek suhu tubuh itu utamanya akan ditempatkan di stasiun-stasiun besar atau yang melayani kereta jarak jauh.



Simak Video "Masjid Dibuka, Warga Palestina Bahagia"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com