Permudah Ekspor, Kementan Galakkan Digitalisasi Layanan Karantina

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Kamis, 05 Mar 2020 20:08 WIB
Kementan
Foto: Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong pengembangan layanan karantina pertanian secara digital. Digitalisasi layanan karantina itu diperkuat sebagai bagian dari akselerasi ekspor pertanian.

"Ini adalah instruksi langsung Bapak Presiden untuk mempercepat layanan ekspor agar nilai ekspor dapat terus meningkat. Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk terus mendorong model dan solusi secara berkelanjutan dengan digitalisasi layanan," ujar Syahrul dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2020).

Hal itu diungkapkan saat memberikan arahan pada seluruh pimpinan unit kerja lingkup Badan Karantina Pertanian (Barantan) dari seluruh Indonesia terkait percepatan layanan ekspor pertanian seiring dengan antisipasi kondisi global pasca wabah global di Bogor.

Syahrul sempat memperagakan permohonan pemeriksaan karantina pertanian secara online pada aplikasi IQFAST. Dari demo itu terlihat ragam komoditas pertanian ekspor sepanjang Januari dan Februari tahun 2020 sebanyak 455 jenis, terdiri dari tumbuhan sebanyak 429 jenis dan hewan sebanyak 26 jenis.

Kementan juga lakukan penerapan e-government dengan instansi terkait di pelabuhan maupun bandara yang diwujudkan dengan peran serta karantina pertanian dalam implementasi Indonesia National Single Window (INSW). Barantan telah bergabung dengan INSW sejak 2007 lalu. Dari sebanyak 52 unit pelaksana teknis (UPT), terdapat 47 UPT yang telah mengimplementasikannya.

Dia menuturkan aplikasi peta potensi komoditas pertanian berorientasi ekspor, atau IMACE yang telah digagas oleh Barantan. Menurutnya aplikasi itu tengah digalakkan ke seluruh provinsi, agar dapat digunakan sebagai landasan kebijakan pembangunan pertanian berbasis kawasan berorientasi ekspor.

"Pemerintah daerah dapat memanfaatkan peta ini untuk mengembangkan potensi wilayah dan kami pun akan lebih mudah memfasilitasi ekspornya," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Barantan Ali Jamil menyampaikan pihaknya telah menyiapkan layanan prioritas bagi pelaku usaha agribisnis yang dinilai patuh, yakni layanan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari bagi pelaku usaha.

"Dengan layanan ini, tindakan karantina yang dilakukan guna memastikan hewan, tumbuhan dan produk turunannya yang akan diekspor atau diimpor ini sehat, aman dan telah memenuhi persyaratan standar internasional ini dapat lebih cepat," sebut Ali.

Selain bertugas untuk menjaga kelestarian sumber daya alam hayati, pihaknya selaku otoritas karantina bertugas untuk memastikan produk pertanian yang diekspor dan diimpor, sehat juga aman.

Selain itu, layanan inline inspection juga disiapkan Barantan guna mendorong daya saing. Pelaku usaha cukup menginformasikan jadwal pengiriman, maka petugas Karantina Pertanian akan melakukan pemeriksaan di gudang pemilik.

"Hal ini dapat memangkas waktu layanan hingga 30%, dan tentunya hal ini dapat berdampak terhadap biaya dan kesegaran produk, sehingga dapat memiliki harga jual yang bersaing di negara mitra dagang," pungkasnya.

Permudah Ekspor, Kementan Galakkan Digitalisasi Layanan Karantina


Simak Video "Ekspresi Jengkel Jokowi soal Subsidi Pupuk yang Besar Tak Buahkan Hasil"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)