Investasi Kebun Kopi di Papua, Starbucks Kucurkan Modal Bulan Depan

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 06 Mar 2020 16:25 WIB
starbucks
Ilustrasi/Foto: Istimewa
Jakarta -

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Starbucks bakal mengucurkan investasi untuk mengembangkan kebun kopi di Papua. Mereka akan meneken kontrak investasi pada April 2020, di saat yang sama mulai mengucurkan aliran modal.

"Setelah FS (feasibility study/studi kelayakan) selesai, baru kontrak, baru kucur dana, bulan depan," kata Bahlil di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2020).

Dia menjelaskan, sekarang tim dari perusahaan kopi raksasa itu sedang melakukan FS. Itu dilakukan sekaligus untuk menghitung besaran investasi yang hendak dikucurkan, serta menghitung Internal Rate Return (IRR) alias tingkat pengembalian modal.

Belum lama ini Indonesia dan Starbucks sudah melakukan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman. Tinggal menunggu penandatanganan kontrak.

"Setelah dia oke, kesepahaman, kemudian diturunkan tim kan FS. Feasibility study selesai, dia mulai hitung berapa investasinya, berapa IRR-nya. Nah di situ baru dimasukkan perjanjian (kontrak)," jelasnya.

Selain mengembangkan kebun kopi, investasi Starbucks di Papua juga untuk membangun kedai-kedai kopi dan mendorong ekspor komoditas tersebut. Untuk nilai investasinya memang belum ditetapkan.

"Ada kebun kopi, terus mereka mau bikin kedai-kedai juga, kemudian ekspor juga. Ada beberapa. Sekarang tahapan-tahapannya sudah dilakukan, nilai investasinya lagi dihitung," tambahnya.



Simak Video "Duh! Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)