Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 08 Mar 2020 19:15 WIB

Pengusaha Wajib Inovasi di Tengah Turbulensi Ekonomi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat menembus 5,3% di tahun 2020. BI pun optimis kabinet baru Jokowi dapat percepat laju ekonomi RI. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Ketidakpastian masih membayangi ekonomi global termasuk Indonesia. Setelah meredanya perang dagang, ekonomi dunia tertekan wabah virus corona yang menyebar ke seluruh negara.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Pemberdayaan Daerah, Anindya N. Bakrie menjelaskan pengusaha muda harus tetap mengembangkan diri dan terus berinovasi di era turbulensi ekonomi saat ini.

Selain itu para pengusaha juga mesti pandai pandai melihat peluang. Karena dalam kondisi sulit, peluang tetap ada.

"Bagaimana kita sebagai pengusaha melihat peluang tersebut. Atau pengusaha harus terus punya desire untuk mengembangkan diri dengan belajar. Membaca buku, film dan journal ilmiah ekonomi dan bisnis, yang saat ini saya kira tidak sulit untuk didapatkan," kata dia dalam siaran pers, Sabtu (7/3/2020).

Anindya menjelaskan, kini dunia usaha memasuki era disrupsi. Era di mana yang besar tak lagi mengalahkan yang kecil. Era di mana lawan tak lagi nampak. Era di mana kuantitas tak lagi mengalahkan yang sedikit.

"Itu semuanya karena kemajuan teknologi dan informasi. Wajah dunia bisnis berubah secara fundamental. Kita sudah menyaksikan beberapa bisnis bertumbangan akibat berubahnya mindset (pola pikir) dan budaya masyarakat," jelasnya.

Karena itu Anindya meminta kepada Sona Maesana sebagai calon Ketua Umum Hipmi Jaya untuk menjalankan 5 Pilar yang sangat pas untuk para pengusaha muda.

Calon Ketua Umum Hipmi Jaya, Sona Maesana Hipmi Jaya juga memiliki visi untuk menggerakkan perekonomian nasional.

"Hipmi Jaya harus tetap menjaga marwah organisasi dan menjadi mitra strategis Pemprov DKI Jakarta. Kemudian tetap menjadi garda terdepan dalam penyebaran semangat Kewirausahaan untuk masyarakat dengan program kerja 5 Pilar yang sudah kami rancang dengan baik yaitu Jaya Colab, Jaya Network, Jaya Development, Jaya Capital, dan Jaya Academy," ujar Sona.

Sona menjelaskan, Jaya Colab adalah wadah pertemuan, kolaborasi, dan sinergi anggota Hipmi Jaya dalam usaha pengembangan bisnis anggota. Ada Jaya Collaboration Day B2B, yakni sinergi antaranggota Hipmi Jaya dan eksternal yang terkait. Juga ada Jaya Digital Forum, yaitu acara tahunan yang mensinergikan seluruh stakeholders dunia bisnis digital.

Selanjutnya Jaya Networks, merupakan program akselerasi jaringan dengan anggota Hipmi Jaya aktif, para senior, serta seluruh stakeholder bisnis regional (Pemprov DKI Jakarta, BUMD), nasional (Kementerian, BUMN, serta instansi dan regulator terkait), juga pengusaha daerah dan pasar internasional.

Kemudian Jaya Development, yakni solusi dalam pengembangan diri bagi para anggota Hipmi Jaya yang mencakup soft skill seperti pelatihan negosiasi, kepemimpinan, dan manajerial. Selain itu, ada juga pelatihan kompetensi yang menunjang berkembangnya bisnis anggota seperti Jaya Business Course.

Keempat, Jaya Capital sebagai solusi akses permodalan bagi anggota Hipmi Jaya dengan melibatkan institusi terkait seperti bank, fintech, dan para pemilik modal. Program ini terdapat aktivitas utama, di antaranya Jaya Financial Forum, Jaya X Fintech, serta Jaya Go Public.

Terakhir, Jaya Academy yang merupakan solusi dalam pengembangan dan sinergi bibit kewirausahaan di DKI kepada para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat luas. Aktivitas program kerja ini di antaranya Jaya Perguruan Tinggi Business Competition, Pembentukan Hipmi Perguruan Tinggi Baru, dan Jaya Online Learning.



Simak Video "Tips Jadi Pengusaha Sukses di Usia Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com