Ada Oknum Main-main Lahan di Batam, Bahlil: Adukan ke Saya

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 09 Mar 2020 21:45 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia
Foto: Soraya Novika/detikcom
Jakarta -

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam HM Rudi mengungkapkan banyaknya lahan menganggur di Batam yang tak bisa dimanfaatkan investor. Hal itu terjadi lantaran terganjal berbagai masalah sengketa lahan.

"Selama ini jadi masalah, karena hampir semua lahan sudah teralokasikan habis kepada seluruh mereka yang perusahaan atau pribadi. Memang ada juga yang punya BP Batam, tapi semua rata-rata bermuara ke pengadilan," ujar HM Rudi dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara BKPM Dengan Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusaha KPBPB Batam di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Kendala-kendala tersebut diadukan langsung oleh HM Rudi dihadapan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Di kesempatan itu pula, ia memohon bantuan Bahlil untuk memberi bantuan terkait sengketa lahan tersebut.

"Kami berusaha menarik kembali (lahan yang bermasalah). Untuk itu, kami mohon bantuan BKPM Pusat bisa membantu kami sehingga betul-betul promosi Kota Batam bisa sempurna," pintanya.


Merespons hal itu, Bahlil langsung meminta HM Rudi untuk tak takut mengadukan masalah sengketa lahan itu kepada dirinya terutama bila ada aparat hukum yang bermain di sana.

"Menyangkut aparat penegak hukum, kalau ada oknum-oknum aparat hukum yang juga main-main, kasih tahu saja, itu saya suka banget, karena jangan sampai ada oknum yang merusak tatanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk penegakan hukum, yang pada akhirnya kemudian kita tidak bisa memberikan kepastian bagi pelaku usaha," imbau Bahlil.

Demikian pula, dengan pengusaha atau pribadi yang menyatakan memiliki hak milik di lahan-lahan produktif lainnya di Batam. Bila sertifikat kepemilikannya belum jelas dan persyaratan lainnya tak terpenuhi, HM Rudi diminta tegas mengambil langkah seperti mencabut izin usaha pengusaha tersebut.

"Masalah tanah-tanah itu dicek saja, dicabut kalau memang tidak memenuhi persyaratan atau cuma dia menyandra pemerintah ya cabut aja kenapa susah-susah. Itu sudah perintah Presiden kok," sambungnya.

Bahlil menjamin pihaknya akan senantiasa menyokong BP Batam terkait masalah lahan tersebut terutama menindak pihak-pihak yang curang.

"Kami akan mem-back up penuh bapak silahkan ambil langkah-langkah, ngecek mana yang bisa kita selesaikan, nanti BKPM langsung ex officio ke sana. Jadi kita siasati mana yang perlu kita cabut, mana yang perlu kita negosiasikan, karena pengusaha itu tidak semua seperti malaikat, sama-sama tahu lah mana kelakuan baik dan tidak baik pengusaha itu, ini kan tinggal identifikasi saja mana yang hantu mana yang bukan hantu kan," pungkasnya.



Simak Video "Investasi Terhambat, Kepala BKPM: Ada 'Hantunya'"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)