Kenaikan Tarif Tol Mau Ditunda, Gara-gara Corona?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 10 Mar 2020 17:44 WIB
Sejumlah pengendara kendaraan melintas di gerbang Tol Cengkareng, Cengkareng, Jakarta, Selasa (12/2/2019). Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) lewat PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan penyesuaian tarif Tol Sedyatmo atau Tol Bandara Soekarno-Hatta dengan kenaikan antara Rp500 hingga Rp1500 untuk kendaraan Gol I dan Gol II, untuk kendaraan Gol IV dan V mengalami penurunan dari Rp1500 hingga Rp4000 yang kesemuanya berlaku mulai Kamis (14/2/2019). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.
Foto: Dok. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/
Jakarta -

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bakal menunda penyesuaian tarif tol di tahun 2020 ini. Ia menilai, kenaikan tarif tol perlu ditunda di tengah kondisi perekonomian sedang tidak baik.

"Saya kira ini, kalau saya ini kondisi ekonominya juga lagi enggak normal. Jadi jangan di-treat sebagai kondisi normal. Jadi kalau pun sudah waktunya naik, saya akan hold dulu. Karena ini semua kondisinya tidak normal," kata Basuki di kantornya, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Basuki sendiri tak merujuk pada tekanan virus corona soal kondisi perekonomian ini. Namun, ia mencontohkan kondisi sektor pariwisata yang tertekan di wilayah Bali. Menurutnya, fenomena ini membuktikan ekonomi Indonesia sedang tidak baik.

"Karena ekonominya kan. Hotel di Bali gajinya separuh. Saya harus empati dengan itu," ujar Basuki.

Akan tetapi, ia belum bisa memberi tahu sampai kapan penundaan ini dilakukan. Menurutnya, Kementerian PUPR masih perlu meninjau dampak kenaikan tarif tol jika tetap dilakukan di tengah ekonomi yang sedang tertekan.

"Kita lihat. Nanti makanya, kalau itu memang sudah waktunya (bakal dinaikkan). Tapi kalau masih dalam kondisi tidak normal gini, saya akan ambil kebijakan," tutup dia.



Simak Video "Tarif Baru Tol Jagorawi Resmi Berlaku Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)