Cadangan Gas Indonesia 2006 Masih Sulit Diprediksi
Selasa, 06 Des 2005 16:56 WIB
Jakarta -
Badan Pelaksana Hulu Migas (BP Migas) masih kesulitan memrediksi cadangan gas Indonesia untuk tahun 2006. Sedangkan status cadangan gas tahun 2005 mencapai 24,66 tcf (triliun kaki kubik)."Cadangan ini bisa bertambah dan bisa berkurang pada tahun 2006 tergantung pada rencana eksplorasi ataupun terjadinya penemuan-penemuan baru di lapangan gas Indonesia," kata Kepala BP Migas Kardaya Warnika sebelum rapat tertutup dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (6/12/2005).Sementara dari jumlah status cadangan 2005 yang sebanyak 24,66 tcf, sebesar 10 tcf sudah dikontrak oleh pembelinya. Dari cadangan 2005 yang sudah dikatakan P2 atau proven (terbukti) sebesar 9,6 tcf dan probability (P3) sebanyak 13 tcf.Saat ini, ungkap Kardaya, pemerintah memang mengupayakan kebutuhan pasokan gas tersebut untuk kebutuhan di dalam negeri. Untuk itu harus ada keputusan dari pemerintah agar pasokan gas tersebut tidak dijual ke luar negeri.BP Migas juga tengah berencana melakukan eksplorasi di daerah-daerah agar cadangan tersebut bisa bertambah pada tahun 2006 dari stok yang ada di tahun ini."Tapi itu juga bisa berkurang karena cadangan gas kan di perut bumi dan sulit ditaksir," katanya.Selama ini, lanjut Kardaya, kontrak penjualan gas yang dipakai adalah cadangan gas yang proven, sehingga untuk menutupi kebutuhan dalam negeri akan ada cadangan gas yang harus dikorbankan.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































