Kenaikan Tarif Tol Bakal Ditunda

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 11 Mar 2020 09:15 WIB
Mulai besok seluruh Gerbang tol hanya melayani non-tunai. Yuk segera gunakan kartu elektronik (e-Toll).
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bakal menunda penyesuaian tarif tol di tahun 2020. Alasan utama menunda kenaikan tarif tol yakni menyesuaikan kondisi perekonomian saat ini. Basuki menilai, kondisi perekonomian sedang tidak baik.

"Saya kira ini, kalau saya ini kondisi ekonominya juga lagi enggak normal. Jadi jangan di-treat sebagai kondisi normal. Jadi kalau pun sudah waktunya naik, saya akan hold dulu. Karena ini semua kondisinya tidak normal," kata Basuki di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2020).

Basuki sendiri tak merujuk tekanan virus corona terhadap kondisi perekonomian saat ini. Namun, ia mencontohkan kondisi sektor pariwisata yang tertekan di wilayah Bali. Menurutnya, fenomena ini membuktikan ekonomi Indonesia sedang tidak baik.

"Karena ekonominya kan. Hotel di Bali gajinya separuh. Saya harus empati dengan itu," ujar Basuki.

Akan tetapi, ia belum bisa memberi tahu sampai kapan penundaan ini dilakukan. Menurutnya, Kementerian PUPR masih perlu meninjau dampak kenaikan tarif tol jika tetap dilakukan di tengah ekonomi yang sedang tertekan.

"Kita lihat. Nanti makanya, kalau itu memang sudah waktunya (bakal dinaikkan). Tapi kalau masih dalam kondisi tidak normal gini, saya akan ambil kebijakan," tutup dia.



Simak Video "Ini Daftar Tarif Tol Jakarta-Cikampek Sebelum dan Sesudah Naik"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)