Penumpang Internasional Bandara Soetta Turun 7% Gara-gara Corona

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 11 Mar 2020 14:33 WIB
Untuk pertama kalinya sejak 1985, Terminal 1C Bandara Soekarno Hatta akhirnya dilakukan revitalisasi. Hal itu guna meningkatkan pelayanan dan kapasitas jumlah penumpang.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat adanya penurunan lalu lintas (traffic) penerbangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akibat adanya virus corona.

Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menyebut hingga Januari-Februari 2020 tercatat pergerakan pesawat Internasional turun 4%, sedangkan penumpang Internasional turun 7%.

"Kalau kita melihat komposisi saat ini yang pengaruhnya itu cukup tinggi di Internasional, memang Internasional cukup terasa. Internasional itu dari Januari-Februari posisi sekitar 4% turunnya, Internasional ya, 4% untuk pergerakan pesawat, penumpangnya sekitar 6-7%," kata Awal di Bandara Soetta, Tangerang, Rabu (11/3/2020).

Di sisi lain, Awal bilang, virus corona belum terlalu berpengaruh terhadap penerbangan domestik. Justru ia menyebut penerbangan pesawat domestik periode Januari-Februari tumbuh 3%, sedangkan penumpang domestik tumbuh 5%.

Hal itu dikarenakan komposisi jumlah penerbangan lebih banyak melayani domestik dengan total 75%, sedangkan penerbangan Internasional hanya 25%.

"Domestiknya kita masih tumbuh, domestik kita tumbuh Januari-Februari ya 2 bulan itu tumbuh pergerakan pesawat domestik tumbuh sekitar 3%, sementara pertumbuhan penumpang domestik masih sekitar 5% karena 75% domestik, 25% Internasional," ucapnya.

Akibat adanya penurunan itu, Awal masih enggan menyebut berapa potensi pendapatan yang hilang karena virus corona ini. Berdasarkan perkiraannya, totalnya lebih kecil dari kerugian Angkasa Pura (AP) I yang senilai Rp 207 miliar.

"Jangan disamakan (dengan AP 1), kalau di sana kan banyakan Internasional. Saya sedang hitung (kerugian). Saya tidak bisa kalkulasi cepat. Saya pastikan lebih sedikit (kerugian) dari AP I" sebutnya.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)