Potensi Pendapatan Bandara Semarang Hilang Rp 9 M Imbas Corona

Angling Adhitya Purbaya - detikFinance
Rabu, 11 Mar 2020 17:50 WIB
Suasana di Bandara Ahmad Yani
Foto: Suasana di Bandara Ahmad Yani (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

PT Angkasa Pura I Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp 9 miliar sejak geger penularan Covid-19 atau virus corona. Jumlah penumpang menurun 23 persen dibanding tahun lalu di periode yang sama.

General Manager AP I Bandara Internasional Ahmad Yani, Hardi Ariyanto mengatakan bulan Januari sampai awal Maret pada tahun 2019 ada 541 ribu penumpang. Namun tahun ini menurun 23 persen untuk kedatangan internasional dan turun 5 persen untuk keberangkatan domestik dan internasional.

"Selama kurun waktu Januari sampai sekarang turun 23 persen dari biasanya kalau saya bandingkan tahun 2019, dua bulan ini 541 ribu, sekarang hanya 449 ribuan," kata Hardi di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Rabu (11/3/2020).

Jika dinilai secara pendapatan, lanjut Hardi, ada kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp 9 miliar jika secara korporasi Angkasa Pura total Rp 207 miliar.

"Kemarin dalam Januari sampai sekarang kurang lebih Rp 9 M. Secara corporate angkasa pura sekitar Rp 207 M dalam 3 bulan," jelasnya.

Dampak pengurangan penumpang paling terasa untuk penerbangan internasional yaitu ketika ada pembatasan Umroh karena penerbangan ke Jedah biasanya ada 3 kali seminggu. Sedangkan penerbangan domestik yaitu Semarang-Jakarta dan sebaliknya.

"Penerbangan ke Jedah dengan adanya umroh biasanya seminggu 3 kali sampai saat ini belum ada perijinan dari Semarang ini," katanya.

Sementara itu terkait antisipasi covid-19 di Bandara Semarang, Hardi menjelaskan sudah memasang hand sanitizer di 35 titik. Selain itu di kedatangan domestik juga dilakukan screening suhu tubuh dengan termometer infrared.

"Saya menjaga untuk Kota Semarang khususnya sebagai pintu gerbang masuk, akhirnya domestik kita lakukan pemeriksaan. Sudah berjalan 3 hari ini. Alatnya menggunakan yang thermal gun," jelasnya.

Hal itu dilakukan sebagai antisipasi sejak ada kasus positif corona di Indonesia. Saat ini pihak Bandara Jenderal Ahmad Yani juga masih akan menambah peralatan deteksi suhu tubuh.

"Sedang pesan di Jakarta akan datangkan alat, pasang di domestik kedatangan dan keberangkatan," ujarnya.



Simak Video "Pemkot Solo Gelar Tes Swab Massal, 2 Orang Positif"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)