Usir Pencuri Ikan, Kapal Pengawas Akan Dilengkapi Water Cannon

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikFinance
Jumat, 13 Mar 2020 16:03 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, meresmikan 4 kapal pengawas perikanan Illegal fishing.
Foto: Dina Rayanti-detikFinance
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan melengkapi kapal pengawas dengan water cannon untuk menghalau kapal-kapal asing yang melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia. Rencananya PT Pindad (Persero) yang akan menyediakan perlengkapan bertahan untuk kapal-kapal milik Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) tersebut.

"Kita akan lengkapi dengan water cannon. Saya pikir ini efektif dan tidak melanggar ketentuan," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Jumat (13/3).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Edhy saat meninjau perlengkapan persenjataan dan bertahan di kantor PT Pindad (Persero), Jalan Gatot Subroto, Bandung. Selain water cannon untuk kapal pengawas, PT Pindad juga menawarkan alutsista lain untuk menjaga laut dari illegal fishing yaitu tank boat.

Edhy sempat mencoba senjata laras panjang SS2-V4HB dan SS2-V2. Ia menyebutkan PSDKP akan menambah senjata laras panjang untuk petugas di lapangan. Ia menuturkan kunjungannya ke PT Pindad juga sekaligus melihat dan mencoba senjata taktis petugas PSDKP di lapangan.

"Kita akan menambah sekitar 100 senjata agar secara psikologis kepercayaan," pungkas Edhy.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan PT Pindad menyebutkan, tank boat yang akan digunakan oleh KKP berukuran 18 x 6 meter dengan kapasitas kru sebanyak 60 orang. Tank boat itu dapat melaju dengan kecepatan 40 knot. Meski demikian, kendaraan tempur itu masih dalam tahap pengembangan.

Sebagai informasi, kerja sama antara KKP dan PT Pindad ini telah terjalin dalam pemenuhan senjata bagi Awak Kapal Pengawas Perikanan. Pada 2006, Ditjen PSDKP melakukan pengadaan senjata laras panjang PM1 A-2 sebanyak 175 pucuk dan pistol P-3A sebanyak 75 pucuk. Pada 2016 Ditjen PSDKP juga melakukan pengadaan 75 pucuk senjata SS-1.222 dan 10.000 butir amunisinya diadakan pada tahun 2017.

(prf/hns)