Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 18 Mar 2020 13:23 WIB

Selain Cegah Corona, Apa Manfaat Kerja dari Rumah?

Anisa Indraini - detikFinance
Dampak Corona ke Ekonomi Foto: Dampak Corona ke Ekonomi (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Berbagai perusahaan mulai memberlakukan sistem bekerja di rumah (Work From Home/WFH) demi meminimalisir dampak dan penyebaran virus corona. Sistem ini sudah dijalankan mulai dari level kementerian sampai perusahaan berbasis teknologi terkemuka seperti Gojek dan Tokopedia.

Pakar Human Resources (HR) Priyantono Rudito mengatakan sistem bekerja di rumah sudah tepat di tengah maraknya penyebaran virus corona.

"WFH adalah kebijakan yang tepat untuk diambil dan diimplementasikan dalam situasi seperti sekarang ini," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip detikcom, Rabu (18/3/2020).

Kebijakan tersebut dinilai menjadi upaya bersama dan sebagai kontribusi perusahaan dalam rangka menekan kemungkinan risiko menularnya virus corona.

"Sebelum terjadinya situasi seperti sekarang ini, WFH sebetulnya sudah merupakan bagian dari tren & outlook HR Practices yang tengah berlangsung saat ini. Ada 15 tren besar HR practices (praktik manajemen HR) yang saat ini sedang berlangsung sebagaimana hasil studi yang saya lakukan," ungkapnya.

Di samping itu, WFH juga dinilai sebagai salah satu tren yang semakin mengarah menjadi the "New Normal" dalam praktik HR di era digital ini.

"WFH dipercaya memberi benefit baik bagi karyawan maupun bagi perusahaan," ujarnya.

Bagi karyawan, WFH bisa menjadi solusi untuk mendapatkan Work-Life Balance, fleksibilitas tempat dan waktu bekerja, dan bahkan untuk meningkatkan produktivitas.

"Khususnya bagi segmen karyawan millenial yang menginginkan fleksibilitas-fleksibilitas tersebut," katanya.

Sedangkan bagi perusahaan, WFH sudah banyak dipraktikkan karena mendukung terjadinya cara kerja secara kolaboratif untuk menghasilkan lebih banyak hal positif. Antara lain co-creation antar unit, membangun budaya dan pola pikir dengan lebih cepat, dan juga mengembangkan kompetensi digital dengan memanfaatkan teknologi dan Collaboration Platform yang berkembang.

"Di banyak perusahaan hal ini justru menjadi program strategis yang dikenal dengan program Transformasi Digital," tegas dia.

Saat ini WFH dijalankan pemerintah seperti terjadi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Perekonomian, dan lainnya. Rapat kabinet bahkan dilakukan secara digital melalui video conference.

Kebijakan yang sama juga dilakuakan penyedia aplikasi online, Gojek di kantor perwakilan di Indonesia dan beberapa negara lain dalam sepekan ini.

"Kami telah memperkenalkan kebijakan WFH di kantor pusat kami di Indonesia, India, Singapura, dan Filipina," ungkap Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo, dalam keterangan yang diposting dalam akun resmi LinkedIn pribadinya.

"Kami percaya bahwa setiap orang dapat memainkan peran dalam mengendalikan penyebaran COVID-19 (virus Corona) dan kita semua harus melakukan sebanyak yang kita bisa untuk menjauhkan diri dari potensi penularan," kata dia.



Simak Video "Tips Work From Home Tetap Menyenangkan Versi Cowok"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com