Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 18 Mar 2020 14:39 WIB

Sri Mulyani Ungkap Penerimaan Negara Turun, Ini Datanya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
close up Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan adanya penurunan penerimaan negara sebesar 0,5% pada Februari 2020. Hingga 29 Februari 2020, pendapatan negara hanya tercatat Rp 216,6 triliun atau baru mencapai 9,7% dari target APBN.

"Pendapatan negara growth negatif 0,5%. Dibanding tahun lalu tumbuh 8,5%," tegas Sri Mulyani dalam paparan APBN Kita yang digelar via video conference, Rabu (18/3/2020).

Menurunnya penerimaan negara ini disebabkan adanya perlambatan pada penerimaan pajak serta penerimaan bea dan cukai.

Adapun penerimaan pajak tercatat sebesar Rp 178 triliun atau 9,5% dari target. Dalam hal ini penerimaan masih tumbuh 0,3%. Lebih lemah dibanding tahun lalu yang mencapai 10,1%.

Dalam laporan terbarunya, Sri Mulyani mengungkap bahwa pajak sudah terkumpul Rp 152,9 triliun atau 9,3%.

"Itu artinya pertumbuhan penerimaan pajak adalah -5%. Tahun lalu pertumbuhan pajak positif 4,7%," bebernya.



Lebih lanjut ia menjelaskan, penerimaan dari bea dan cukai mencapai Rp 25 triliun, atau setara 11,2% dari target. Ini artinya bea cukai pertumbuhan 51,5%.

"Meloncat meski dibanding tahun lalu 120% ini bukan pertumbuhan yang mengagetkan dibanding tahun lalu," tandasnya.



Simak Video "Blak-blakan Menyiasati Pandemi untuk Menggerakkan Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com