Karyawan Toko yang Masuk Kerja di AS Dapat Bonus, RI Kapan?

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 24 Mar 2020 09:46 WIB
Jaringan toko ritel Walmart di dunia
Foto: Dok. Walmart.com
Jakarta -

Wabah virus corona mengharuskan tempat-tempat keramaian dan sarana umum dihindari demi mencegah penyebarannya. Namun hal itu tidak berlaku bagi pegawai sektor ritel karena mereka tetap harus melayani para pelanggan yang datang.

Untuk itu, pengusaha ritel di Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk memberi bonus berupa uang tunai kepada para pekerja kasir, stockist, dan pekerja gudang selama virus corona.

Pemberian bonus bersifat sementara hanya untuk menghargai pekerja selama pandemi virus corona. Namun para kritikus industri berharap cara ini dapat menjadi jalan kenaikan upah bagi beberapa pekerja rendah di AS.

Salah satu perusahaan ritel terbesar AS, Walmart (WMT) akan memberikan bonus untuk pekerja sebesar US$ 550 juta atau setara dengan Rp 8,8 triliun (kurs Rp 16.000/US$) dan meningkatkan upah pekerja di pusat sebesar US$ 2 per jam.

Sementara Amazon (AMZN) meningkatkan upah minimum untuk pekerja menjadi US$ 17 per jam atau setara dengan Rp 272.000, naik dari US$ 15, dan menaikkan upah lembur untuk pekerja gudang. Target (TGT) juga menaikkan upah minimumnya menjadi US$ 17 per jam untuk pekerja dan membayar bonus hingga 20.000 pemimpin toko per jam. CVS (CVS) juga akan memberikan bonus hingga US$ 500 per jam kepada manajer toko dan apoteker.

Pedagang grosir, yang karyawannya sekarang ditunjuk sebagai pekerja darurat di beberapa negara bagian juga mengambil langkah serupa. Albertsons yang juga memiliki Safeway menaikkan upah US$ 2 per jam, Kroger (KR) memberikan bonus tunai US$ 300 kepada pekerja penuh waktu dan paruh waktu US$ 150, dan Trader Joe's juga sedang menyiapkan kumpulan bonus untuk karyawan.

H-E-B di Texas dan Whole Foods juga sementara menaikkan upah per jam. BJ's Wholesale Club (BJ) mengatakan akan menaikkan upah sebesar US$ 2 per jam untuk para pekerja dan memberikan bonus kepada para manajer.


Sekarang, pedagang grosir dan pengecer tetap buka meskipun di tengah krisis virus corona. Para pelaku usaha terus membujuk karyawan agar tetap bekerja dan menjaga agar usaha berjalan dengan lancar. Perusahaan-perusahaan juga mempekerjakan pekerja tambahan untuk mengimbangi permintaan dan memberi karyawan mereka istirahat.

"Perusahaan-perusahaan ritel ini berusaha memberi insentif kepada pekerja untuk datang bekerja," kata Patricia Campos-Medina, co-direktur Institut Kepemimpinan Negara AFL-CIO / Cornell State New York dalam CNN Business yang dikutip detikcom, Selasa (24/3/2020).

Meskipun bayaran meningkat, beberapa kritik mengatakan bahwa Walmart, Amazon dan perusahaan lain tidak memperlakukan karyawan mereka secara baik selama krisis. Padahal Walmart dan Amazon telah mengizinkan kebijakan cuti darurat terkait virus corona.


Senator Elizabeth Warren dari Massachusetts telah menulis surat kepada CEO perusahaan-perusahaan ritel dan McDonald's (MCD) untuk mendesak mereka memperluas kebijakan cuti sakit namun tetap dibayar.

"Saya mendorong pentingnya cuti sakit dibayar selama krisis saat ini dengan memperkenalkan kebijakan cuti sakit darurat," kata Warren.



Simak Video "100 Juta Dosis Vaksin Corona Potensial Sudah Dipesan AS"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)