Updated

Efisiensi karena Corona, Singapore Airlines Potong Gaji Direktur

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 24 Mar 2020 11:03 WIB
A new Airbus A380 aircraft for Singapore Airlines is pictured before a delivery ceremony at the French headquarters of aircraft company Airbus in Colomiers near Toulouse, France, December 13, 2017. REUTERS/Regis Duvignau
Foto: Dok. REUTERS/Regis Duvignau
Jakarta -

Bukan cuma menyerang kesehatan masyarakat, virus corona juga telah mengganggu kinerja maskapai, salah satunya, Singapore Airlines (SIA). Melansir Reuters, Selasa (24/3/2020), maskapai ini akan memangkas kapasitas perusahaan hingga 96%.

Hal itu jelas akan menurunkan jumlah armadanya dan memaksa perusahaan untuk melakukan pemotongan biaya operasional, efisiensi mempengaruhi sekitar 10 ribu staf. SIA sendiri sejauh ini memiliki lebih dari 26.500 karyawan.

Seluruh industri penerbangan global memang sedang berjuang keras untuk tetap bertahan di tengah pandemi corona. Ribuan pekerja maskapai pun banyak yang dicutikan tanpa dibayar, karena banyak armada yang tidak terbang.

SIA pun mengakui separuh lebih armadanya sudah tidak terbang. Maskapai menilai pembatasan akses terbang karena virus corona menjadi sebuah tantangan terbesar selama perusahaan ini berdiri.

"Virus ini membuat sekitar 138 pesawat SIA dan SilkAir tidak terbang. Total armada kami ada 147. Ini adalah tantangan terbesar yang dihadapi SIA Group," kata perwakilan perusahaan.

Dalam memo perusahaan kepada para pegawainya, Kepala Eksekutif SIA Goh Choon Phong, mengatakan bahwa maskapai telah sepakat dengan serikat pekerja mengenai langkah-langkah pemotongan biaya operasional yang mempengaruhi 10 ribu karyawan.

Mulai dari pemotongan gaji bagi manajemen SIA Group, dimana para direktur Perusahaan telah menyetujui pemotongan gaji mereka, dan skema cuti sukarela tanpa gaji hingga ke posisi manajemen tertentu.

SIA juga berdiskusi dengan produsen-produsen pesawat untuk menunda pengiriman pesawat yang akan datang. Jika disetujui, hal ini akan menunda pembayaran untuk pengiriman pesawat-pesawat tersebut.

SIA juga telah memanfaatkan jalur kreditnya untuk memenuhi persyaratan arus kas dalam waktu dekat. Bahkan, SIA Group terlibat dalam diskusi dengan beberapa lembaga keuangan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan di masa yang akan datang.

Di pasar modal, saham maskapai ini juga merosot 11%. Bahkan, indeks saham Singapura, STI (Strait Times Index) pun turun 7,3%, ditutup pada level terendah dalam 22 tahun.

SIA setidaknya membutuhkan tambahan modal minimal 5 miliar dolar Singapura pada bulan Juni. Perusahaan telah menghadapi kerugian signifikan senilai 2,5 miliar dolar Singapura di pasar pada akhir Maret

Dalam klarifikasi yang diterima detikcom, Singapore Airlines tidak menyatakan akan mem-PHK 10.000 karyawannya. Perusahaan secara aktif mengambil langkah-langkah untuk membangun likuiditasnya, serta mengurangi pengeluaran modal dan biaya operasional. Seperti disebutkan pada tanggal 17 Maret 2020, SIA akan terus berupaya dengan agresif untuk mengatasi dampak wabah Covid-19 terhadap Perusahaan. Hal ini mencakup:

  • Diskusi yang terus dilakukan dengan produsen-produsen pesawat untuk menunda pengiriman pesawat yang akan datang. Jika disetujui, hal ini akan menunda pembayaran untuk pengiriman pesawat-pesawat tersebut;
  • Pemotongan gaji bagi manajemen SIA Group, dimana para direktur Perusahaan telah menyetujui pemotongan gaji mereka, dan skema cuti sukarela tanpa gaji hingga ke posisi manajemen tertentu. Seiring dengan situasi yang memburuk, serikat pekerja telah terlibat dalam upaya upaya pemotongan biaya tambahan yang diperlukan dan langkah-langkah lebih lanjut akan segera diambil; serta
  • Selama beberapa hari terakhir, SIA Group telah memanfaatkan jalur kreditnya untuk memenuhi persyaratan arus kas dalam waktu dekat. SIA Group terlibat dalam diskusi dengan beberapa lembaga keuangan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan di masa yang akan datang.

Ralat: beritanya sudah diedit dari sebelumnya berjudul "10 Ribu Pegawai Singapore Airlines Terancam PHK Gegara Corona" diralat karena ternyata bukan terancam PHK. Redaksi meminta maaf atas kekeliruan ini.



Simak Video "Kasus Corona di India Nyaris Sentuh Angka 30 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)

Tag Terpopuler