Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 24 Mar 2020 19:30 WIB

Bali Dalam Ancaman Pengangguran Besar-besaran Gegara Corona

Soraya Novika - detikFinance
Desa Wisata Panglipuran Bali ditutup sementara untuk mencegah Corona Ilustrasi/Foto: Angga Riza/detikcom
Jakarta -

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Andry Satrio Nugroho menilai sektor jasa seperti pariwisata dan maskapai sebagai sektor yang paling terpuruk akibat virus corona. Hal ini dianggapnya berbahaya bagi beberapa daerah yang selama ini bergantung pada sektor tersebut.

"Sebetulnya bukan di industri manufaktur, tapi sektor jasa seperti pariwisata dan penerbangan yang paling terkena imbas," kata Andry dalam diskusi teleconference, Selasa (24/3/2020).

Bali disebut paling rentan menyumbang kemiskinan dan pengangguran terbesar dalam krisis kali ini.

"Yang ditakutkan adalah ada daerah yang mengandalkan sektor jasa ini sebagai pendapatan utama dari daerahnya, ini akan menjadi malapetaka sebetulnya, bahwa daerah yang mengandalkan sektor pariwisata seperti Bali itu akan menjadi penyumbang angka kemiskinan dan pengangguran terbesar nantinya," ucapnya.

Ia bahkan meyakini bahwa gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Indonesia pertama kali terjadi dari daerah tersebut.

"Bisa jadi juga dengan situasi ini kita bisa melihat gelombang PHK mungkin yang pertama kali terlihat adalah di sana," sambungnya.

Untuk itu, Andry mewanti-wanti daerah berpendapatan kecil lain untuk tidak terlalu bergantung pada sektor pariwisata. Sebab, dampaknya bisa lebih buruk daripada yang dialami Bali kemudian hari.

"Dan kita perlu melihat juga bahwa karakteristik dari daerah-daerah wisata tersebut memang semuanya adalah daerah-daerah dalam tanda kutip memiliki pendapatan cukup besar, permasalahannya kalau ada daerah yang pendapatannya tidak cukup besar tetapi sudah terkena hit oleh COVID-19 ini dan mereka mengandalkan destinasi wisatanya sebagai satu-satunya sumber kehidupan dari mereka. Nah ini juga akan terkena imbas," tuturnya.



Simak Video "Jokowi 'Sentil' Kepala Daerah yang Ogah Bantu Investor!"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com